kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Kinerja Kuartal I-2026 Menurun, Begini Rekomendasi Saham Golden Energy Mines (GEMS)


Jumat, 19 Juni 2026 / 18:45 WIB
Kinerja Kuartal I-2026 Menurun, Begini Rekomendasi Saham Golden Energy Mines (GEMS)
ILUSTRASI. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) (DOK/GEMS)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen batubara terafiliasi Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan kinerja keuangan dalam tiga bulan pertama 2026. Peluang perbaikan kinerja cukup terbuka pada sisa 2026, meski hal itu bergantung pada realisasi kebijakan relaksasi produksi dan perkembangan harga batubara global.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha GEMS tercatat sebesar US$ 582,60 juta pada kuartal I-2026 atau menurun 10,14% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 648,34 juta.

Berdasarkan area penjualan pendapatan usaha GEMS pada kuartal I-2026 mayoritas ditujukan ke luar negeri yakni sebanyak US$ 342,05 juta, sedangkan penjualan di dalam negeri tercatat sebesar US$ 240,54 juta. Dari sisi pelanggan, sebagian besar pendapatan usaha GEMS pada kuartal I-2026 ditujukan ke pihak ketiga senilai US$ 574,43 juta, sementara pihak berelasi berjumlah US$ 8,17 juta.

Bersamaan dengan itu, beban pokok penjualan GEMS berkurang 3,21% yoy menjadi US$ 386,03 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sebelumnya yaitu US$ 398,85 juta. Beban usaha GEMS juga terkikis 14,60% yoy menjadi US$ 89,36 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya US$ 104,64 juta.

Baca Juga: Ada Potensi Perbaikan Kinerja, Simak Rekomendasi Saham Golden Energy Mines (GEMS)

Hingga akhir kuartal I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk GEMS menyusut 29,45% yoy menjadi US$ 79,90 juta. Pada kuartal I-2025, emiten ini meraih laba bersih US$ 113,47 juta.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi perusahaan, Manajemen GEMS menargetkan dapat memproduksi sekitar 54—58 juta ton batubara pada 2026. GEMS juga membidik volume penjualan batubara dengan angka yang sama pada tahun ini.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, perlambatan kinerja GEMS pada awal tahun ini disebabkan oleh dua faktor, yakni koreksi harga batubara dari level puncak dan keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara.

Kendati begitu, GEMS berpotensi meraih kinerja keuangan yang lebih baik, terutama pada semester II-2026. Hal ini bisa terwujud jika rencana kebijakan relaksasi RKAB produksi batubara bisa terealisasi dan perusahaan mampu mengejar ketertinggalan volume produksi.

“Target produksi dan penjualan sekitar 54-58 juta ton cukup ambisius, namun masih bisa tercapai jika RKAB disetujui penuh dan peningkatan produksi pada kuartal II-III berjalan lancar,” ungkap dia, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Golden Energy Mines (GEMS) Turun pada 2025

Sebaliknya, jika relaksasi RKAB kembali terlambat, target produksi batubara GEMS berpotensi meleset sekitar 10—15%. Sentimen lain yang bisa memengaruhi kinerja GEMS pada sisa tahun ini adalah perkembangan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) terpusat dan potensi revisi tarif royalti yang bisa menekan margin emiten tersebut.

Dihubungi terpisah, Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe menambahkan, dinamika harga batubara jelas bakal kembali berpotensi memengaruhi kinerja GEMS secara signifikan pada 2026. Sentimen ini patut mendapat perhatian penuh dari GEMS, mengingat dalam beberapa waktu terakhir harga sejumlah komoditas energi global mengalami tren pelemahan.

“Harga minyak dunia sudah mulai turun seiring meredanya konflik geopolitik Timur Tengah dan bukan tidak mungkin harga batubara juga ikut turun karena statusnya sebagai komoditas energi subtitusi migas,” jelas dia, Jumat (19/6/2026).

Lantas, GEMS perlu memperkuat efisiensi di segala lini usaha sekaligus tetap mempertahankan kemampuan produksinya agar target produksi dan penjualan batubara emiten ini dapat tercapai. Terlebih lagi, risiko penurunan harga bisa dikompensasi dengan volume produksi dan penjualan yang tinggi.

Kiswoyo menyebut saham GEMS dapat dicermati oleh investor dengan target harga wajar di level Rp 7.500 per saham.

Baca Juga: Harga Batubara Tembus Level Tertinggi Dua Tahun, Efek Pasokan Indonesia Terganggu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×