kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Begini Respons Bos Bursa Soal Pengumuman MSCI Terbaru


Jumat, 19 Juni 2026 / 16:35 WIB
Begini Respons Bos Bursa Soal Pengumuman MSCI Terbaru
ILUSTRASI. Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik(KONTAN/Rashif Usman)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons hasil pengumuman terbaru dari indeks penyedia global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait MSCI Global Market Accessibility Review 2026.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan secara umum poin yang diumumkan MSCI tetap dipertahankan pada level yang positif. Sementara itu, sejumlah catatan yang masih memerlukan perbaikan dinilai sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh BEI.

"Tentu kita mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kita selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kita lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kita yakini akan menjadi lebih baik," kata Jeffrey di Jakarta, Jumat (19/6/2026). 

Baca Juga: IHSG Berbalik Menguat 0,08% di Akhir Perdagangan Jumat (19/6), MSCI Masih Menghantui

Terkait tindak lanjut setelah publikasi laporan MSCI, BEI berencana kembali melakukan komunikasi dan pertemuan rutin dengan MSCI guna memperoleh penjelasan lebih rinci atas sejumlah aspek yang masih menjadi perhatian. Salah satu poin yang akan diklarifikasi adalah terkait ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris. 

Jeffrey menuturkan berdasarkan ketentuan bursa, laporan keuangan emiten telah diwajibkan untuk disampaikan dalam dua bahasa. Dus, BEI ingin memperoleh kejelasan mengenai jenis informasi apa saja yang dinilai masih belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris. 

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kita klarifikasi," ujar Jeffrey. 

Selain itu, BEI juga akan mendalami lebih lanjut perubahan penilaian pada aspek arus informasi yang dalam laporan MSCI mengalami penurunan dari kategori positif menjadi negatif. Jeffrey menyebutkan aspek tersebut memang menjadi bagian dari reformasi pasar modal yang masih terus disempurnakan.

"Itu (arus informasi) bagian reformasi pasar modal yang kita lakukan. Disitu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan perbaikan itu terus kita lakukan," ujarnya.

Ia menambahkan meskipun terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki, hasil tinjauan MSCI secara keseluruhan tetap menunjukkan banyak aspek positif yang berhasil dipertahankan oleh pasar modal Indonesia.

Selain itu, Jeffrey berharap Indonesia tetap mempertahankan statusnya sebagai pasar berkembang (Emerging Market) dalam klasifikasi MSCI. Adapun hasil evaluasi klasifikasi pasar tersebut akan diumumkan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan market accessibility review yang dirilis pada Kamis (18/6/2026), MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek arus informasi menjadi negatif dari semula positif.

Ini mencerminkan kurangnya keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar yang dinilai menghambat pembentukan harga yang wajar dan membatasi kemampuan investor global menilai free float saham secara akurat.

Selain itu, MSCI menyoroti bahwa sejumlah informasi terkait pasar saham Indonesia belum selalu tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris.  Ini dianggap dapat membatasi akses investor asing terhadap informasi yang dibutuhkan.

Baca Juga: BI Rate Berada di Level 5,75%, Laju Penerbitan Obligasi Korporasi Bakal Tertahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×