CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.306   74,07   1,19%
  • KOMPAS100 833   10,06   1,22%
  • LQ45 634   6,29   1,00%
  • ISSI 217   2,46   1,15%
  • IDX30 357   2,73   0,77%
  • IDXHIDIV20 443   2,74   0,62%
  • IDX80 95   1,06   1,13%
  • IDXV30 119   0,68   0,58%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Wall Street Dibuka Menguat Senin (20/7), Bersiap Sambut Musim Laba Emiten Teknologi


Senin, 20 Juli 2026 / 20:54 WIB
Wall Street Dibuka Menguat Senin (20/7), Bersiap Sambut Musim Laba Emiten Teknologi
ILUSTRASI. Wall Street (Bursa AS) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) dibuka menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026), didorong oleh pemulihan saham-saham semikonduktor setelah tertekan pekan lalu.

Investor juga bersiap menyambut gelombang laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi motor reli pasar berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: IHSG Rebound di Awal Pekan, Analis: Penguatan Masih Rentan Volatilitas

Melansir Reuters pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 8,2 poin atau 0,02% ke level 52.154,57.

Sementara itu, S&P 500 menguat 31,5 poin atau 0,42% menjadi 7.489,18 dan Nasdaq Composite naik 200,6 poin atau 0,79% ke posisi 25.720,87.

Musim laporan keuangan kuartal II-2026 akan memasuki fase penting pada pekan ini. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Tesla, Intel, dan IBM dijadwalkan merilis kinerja keuangannya.

Pelaku pasar akan mencermati laporan keuangan Intel dan Texas Instruments untuk melihat apakah sektor semikonduktor mampu kembali melanjutkan momentumnya setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Sepanjang tahun ini, lonjakan belanja infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi berskala besar (hyperscaler) menjadi pendorong utama penguatan pasar saham AS.

Baca Juga: Menilik Prospek Saham Emiten Transporasi & Logistik di Tengah Penutupan Selat Hormuz

Kondisi tersebut mengangkat kinerja saham produsen chip dan perusahaan lain yang diuntungkan dari ekspansi AI, sekaligus membawa indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor tertinggi.

Namun, koreksi yang terjadi pekan lalu memunculkan kekhawatiran bahwa reli saham teknologi telah berlangsung terlalu jauh.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor Index pada Jumat (17/7) ditutup lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni, sehingga secara teknikal memasuki fase bear market. Meski demikian, indeks tersebut masih membukukan kenaikan sekitar 65% sejak awal tahun.

Pada perdagangan Senin, saham-saham produsen chip memori memimpin penguatan sektor semikonduktor. Saham Western Digital, Seagate Technology, Micron Technology, dan SanDisk masing-masing naik antara 3,7% hingga 4,7% pada perdagangan prapembukaan.

"Ruang untuk kesalahan di pasar saat ini semakin sempit. Setiap perkembangan baru, baik dari laporan keuangan maupun peristiwa lain, berpotensi menggerakkan pasar ke bawah," kata Senior Investment Analyst GuideStone Funds, Jack Herr.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$ 140 per Barel

Menurutnya, ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan pada paruh kedua tahun ini kini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan data LSEG, laba perusahaan anggota indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh 26% secara tahunan pada kuartal II-2026, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 23,7%.

Penguatan Wall Street terjadi setelah ketiga indeks utama terkoreksi pada pekan lalu, meski data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda dan musim laporan keuangan dibuka dengan hasil yang solid dari sejumlah bank besar.

Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli hanya sekitar 12%.

Baca Juga: Jaya Sukses (RISE) Ekspansi ke Ubud Bali Rp 1 Triliun, Ini Rekomendasi Sahamnya

Sementara peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan mencapai sekitar 53%, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Selain laporan keuangan dan prospek suku bunga, investor juga terus memantau perkembangan konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×