Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (16/3/2026), didorong oleh reli saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Sentimen pasar juga terbantu oleh pelemahan harga minyak di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.
Melansir Reuters, indeks utama Wall Street kompak mencatat kenaikan. Indeks S&P 500 naik 1,01% ke level 6.699,38, mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan.
Indeks Nasdaq menguat 1,22% menjadi 22.374,18, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,83% ke 46.946,41.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan untuk Hari Ini (17/3), IHSG Berpotensi Fluktuatif
Kenaikan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan AI.
Seluruh 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup di zona hijau, dengan sektor teknologi informasi memimpin kenaikan sebesar 1,39%, diikuti sektor consumer discretionary yang naik 1,34%.
Saham perusahaan teknologi besar menjadi pendorong utama penguatan.
Saham Meta Platforms melonjak 2,3% setelah laporan menyebutkan perusahaan media sosial tersebut berencana memangkas setidaknya 20% tenaga kerja untuk menekan biaya pembangunan infrastruktur AI yang mahal sekaligus meningkatkan efisiensi melalui penggunaan pekerja berbasis AI.
Sementara itu, saham Nvidia naik 1,6% setelah CEO Jensen Huang memperkenalkan, komponen baru dalam konferensi pengembang tahunan perusahaan.
Baca Juga: Vale (INCO) Catat Kenaikan Laba Bersih 31,7% Sepanjang 2025, Ini Penyebabnya!
Perusahaan manufaktur asal Taiwan, Foxconn, yang memproduksi server AI menggunakan chip Nvidia, juga merilis proyeksi pendapatan kuartalan yang kuat.
Di sektor semikonduktor, saham Micron Technology melonjak 3,7% setelah mengumumkan rencana pembangunan fasilitas manufaktur kedua di Taiwan.
Saham Tesla juga naik 1,1% setelah CEO Elon Musk menyatakan proyek Terafab perusahaan untuk memproduksi chip AI akan diluncurkan dalam tujuh hari.
Di sisi lain, penurunan harga minyak turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Harga minyak melemah setelah pemerintah AS menyatakan tidak keberatan jika sejumlah kapal dari Iran, India, dan China melintasi Selat Hormuz.
"Berita bahwa kapal tanker minyak Iran akan bergerak melalui Selat Hormuz merupakan kabar positif bagi stabilitas ekonomi global," kata Terry Sandven, Chief Equity Strategist di U.S. Bank Wealth Management.
Meski demikian, ia menilai ketidakpastian tetap tinggi karena belum jelas kapan konflik di Timur Tengah akan berakhir.
Pergerakan harga energi juga diperkirakan menjadi perhatian utama bank sentral global pekan ini.
Pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada akhir pertemuan dua hari yang berakhir Rabu.
Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama sebesar minimal 25 basis poin baru akan terjadi setelah Oktober, mundur dari ekspektasi sebelumnya pada Juli.
Baca Juga: IHSG Ambles 4 Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Pekan
Selain itu, data ekonomi menunjukkan produksi industri AS pada Februari naik 0,2%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0,1%.
Di sektor lain, saham maskapai Delta Air Lines naik 3,5% dan operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line Holdings melonjak 5,1%, terdorong oleh penurunan harga minyak.
Saham perusahaan kripto Strategy Inc juga naik 5,6% seiring reli harga Bitcoin sekitar 3%.
Sementara itu, peritel diskon Dollar Tree menguat 6,4% setelah memberi sinyal berpotensi mendapat manfaat dari kebijakan tarif yang lebih menguntungkan dalam waktu dekat.
Meski demikian, kinerja saham AS sepanjang tahun ini masih tertahan. Indeks S&P 500 tercatat masih turun sekitar 2% sejak awal 2026, meski pasar AS relatif lebih kuat dibandingkan bursa global berkat pemulihan saham teknologi dan posisi Amerika Serikat sebagai eksportir bersih minyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













