Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Inflasi Bayangi Kebijakan The Fed
Investor mencemaskan kenaikan harga minyak dapat kembali memicu inflasi dan memperumit keputusan kebijakan bank sentral yang sudah tertekan oleh kenaikan harga akibat tarif.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan.
Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve baru akan terjadi pada September, mundur dari perkiraan sebelumnya pada Juli.
Baca Juga: BEI & KSEI Rilis Kepemilikan Saham Emiten di Atas 1%, Kepercayaan Asing Bisa Kembali?
Harga aset safe haven tradisional seperti logam mulia justru melemah karena penguatan dolar AS. Sektor pertambangan menjadi yang paling tertekan di S&P 500 dengan penurunan 4,2%.
Di luar faktor geopolitik, investor juga bergulat dengan ketidakpastian dampak model kecerdasan buatan (AI) terhadap bisnis tradisional, serta volatilitas di pasar kredit swasta.
Saham MongoDB anjlok 26,3% setelah perusahaan perangkat lunak basis data itu memproyeksikan laba kuartalan di bawah estimasi pasar.
Sebaliknya, saham Target menguat 4,4% setelah CEO baru Michael Fiddelke berjanji mengembalikan pertumbuhan penjualan dan memberikan prospek laba yang optimistis, menandakan upaya pemulihan di tengah tekanan yang dihadapi peritel tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













