kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

UNTR Pangkas Capex dan Revisi Target, Simak Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 03 Juni 2026 / 13:31 WIB
UNTR Pangkas Capex dan Revisi Target, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Target UNTR direvisi turun, namun harga emas global dan RKAB bisa jadi katalis positif. (Dok/PT United Tractors Tbk)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang 2026 setelah manajemen merevisi turun sejumlah target operasional dan memangkas belanja modal (capital expenditure/capex).

Dalam paparan kinerja kuartal I-2026, manajemen UNTR menurunkan panduan operasional di hampir seluruh segmen usaha. Penjualan batubara dari Tuah Turangga Agung (TTA) menjadi salah satu yang paling terdampak dengan target penjualan hanya 7,5 juta ton atau turun sekitar 35% dibandingkan target sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh rendahnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Selain itu, perseroan juga memangkas belanja modal sebesar 27% menjadi US$ 650 juta dari target awal US$ 880 juta. Penyesuaian tersebut terutama berasal dari pemangkasan capex PT Pamapersada Nusantara (Pama) hingga 50%.

Analis Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, menilai langkah revisi target operasional dan capex tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini.

Sebagai informasi, UNTR membukukan laba bersih, tidak termasuk non-recurring charges, sebesar Rp 1,8 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut turun 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 28,6 triliun atau turun 17% dibandingkan Rp 34,3 triliun pada kuartal I-2025.

Baca Juga: Anjlok, Rupiah Spot Melemah 0,51% ke Rp 17.930 per Dolar AS pada Rabu (3/6) Siang

“Kami memproyeksikan pendapatan UNTR pada tahun ini akan mengalami penurunan sekitar 15% hingga 20% secara tahunan," ujar Adrian kepada Kontan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Adrian, penurunan pendapatan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk penghentian sementara operasional tambang emas Martabe, revisi turun target overburden removal, serta perlambatan penjualan alat berat akibat ketidakpastian dalam proses persetujuan RKAB.

Meski demikian, sejumlah katalis positif masih berpotensi menopang kinerja UNTR pada semester II-2026. Salah satunya adalah peluang pelonggaran persetujuan RKAB oleh pemerintah yang dapat mendorong peningkatan aktivitas pertambangan.

Selain itu, harga emas global yang masih bertahan di level tinggi juga menjadi sentimen positif bagi perseroan. UNTR memiliki eksposur terhadap bisnis pertambangan emas yang berpotensi memperoleh manfaat dari tren kenaikan harga komoditas tersebut.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas segmen emas. Pasalnya, pendapatan penjualan emas menggunakan denominasi dolar AS, sehingga pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan margin keuntungan.

 

Dari sisi valuasi, Adrian menilai saham UNTR masih menarik untuk dicermati investor. Menurutnya, saham emiten alat berat dan pertambangan tersebut saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata Price to Book Value (PBV) dalam lima tahun terakhir.

"Secara teknikal, pergerakan saham UNTR memiliki target penguatan jangka pendek di level Rp 25.000. Indikator RSI menunjukkan bahwa saham saat ini telah berada di area oversold," pungkasnya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi. Ia menilai valuasi saham UNTR saat ini sudah cukup menarik dengan price earning ratio (PER) sekitar 8 kali dan dividend yield yang relatif tinggi.

Dengan mempertimbangkan valuasi yang masih murah serta potensi pemulihan kinerja pada paruh kedua tahun ini, Wafi merekomendasikan buy untuk saham UNTR dengan target harga sebesar Rp 28.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×