kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Wall Street Anjlok 2% Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi


Selasa, 03 Maret 2026 / 22:26 WIB
Wall Street Anjlok 2% Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks-indeks utama Wall Street merosot lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (3/3/2026), dengan S&P 500 menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Investor bersiap menghadapi dampak meluasnya konflik Timur Tengah terhadap harga minyak, inflasi, dan perdagangan global.

Melansir Reuters pada pukul 09.50 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 1.083,69 poin atau 2,22% ke 47.821,09. S&P 500 kehilangan 141,91 poin atau 2,06% ke 6.739,71, sedangkan Nasdaq Composite merosot 483,41 poin atau 2,12% ke 22.265,45.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Rontok Selasa (3/3), Konflik Timur Tengah Picu Ketakutan Inflasi

Tekanan jual terjadi secara luas, dengan seluruh sektor utama di S&P 500 berada di zona merah.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar melemah 1,9%, dengan Nvidia turun 1,7% setelah sebelumnya menguat pada sesi sebelumnya.

Indeks saham berkapitalisasi kecil turun 3,4%. Sementara itu, indeks volatilitas CBOE (VIX) – yang kerap disebut sebagai pengukur ketakutan pasar – melonjak ke level tertinggi tiga bulan di 27,30.

Manajer aset alternatif juga tertekan setelah lonjakan permintaan penarikan dana menghantam dana kredit andalan Blackstone, BCRED.

Saham Blackstone merosot 7,7%, sedangkan Ares Management dan Blue Owl Capital masing-masing turun sekitar 4%.

Ancaman Teheran untuk menyerang kapal mana pun yang melintasi Selat Hormuz, ditambah penghentian produksi oleh sejumlah produsen minyak dan gas di Timur Tengah, telah mendorong kenaikan tarif pengiriman global serta harga minyak mentah dan gas alam.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Baca Juga: Yield SBN Naik, Asing Catat Net Sell Rp 3,35 Triliun per Februari, Apa Penyebabnya?

“Investor khawatir akan tambahan tekanan inflasi ke depan. Kekhawatiran utama adalah jika harga minyak menembus US$100 per barel dan bertahan di sana,” ujar Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth.

“Semoga ini menjadi perang yang cepat dan menentukan. Namun masih banyak pertanyaan, jadi saya tidak akan mengambil risiko besar,” tambahnya.

Sektor-sektor yang sensitif terhadap harga minyak seperti maskapai dan pariwisata kembali tertekan untuk hari kedua. Saham Delta turun sekitar 3%, sementara Royal Caribbean melemah 4%.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×