kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall St Dibuka Tergelincir pada Senin (4/3), Setelah Reli Baru-Baru Ini


Senin, 04 Maret 2024 / 21:51 WIB
Wall St Dibuka Tergelincir pada Senin (4/3), Setelah Reli Baru-Baru Ini
ILUSTRASI. Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., February 29, 2024. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Wall Street dibuka lebih rendah pada hari Senin (4/3) setelah S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor penutupan tertinggi di sesi sebelumnya.

Investor berhenti sejenak pada awal minggu yang dipenuhi dengan data pekerjaan penting dan kesaksian Kongres Ketua The Fed Jerome Powell.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 118,61 poin atau 0,30% pada pembukaan menjadi 38.968,77.

S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 6,09 poin, atau 0,12%, pada 5.130,99, sedangkan Nasdaq Composite turun 10,73 poin, atau 0,07%, menjadi 16.264,21 pada bel pembukaan.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Dow Jones Melemah Pasca Rally yang Dipicu Melandainya Inflasi

Nasdaq memulai bulan Maret dengan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat, juga ditutup pada level tertinggi untuk hari kedua. Reli teknologi yang didorong oleh kecerdasan buatan terus mencuri perhatian di Wall Street.

S&P 500 juga mengalami rekor reli yang memecahkan rekor, dengan BofA Global Research menaikkan target akhir tahun untuk indeks acuan menjadi 5.400, dari 5.000, mewakili kenaikan 5% dari level saat ini.

“Beberapa jenis perkembangan AI yang negatif akan menjadi risiko nomor satu Anda, dan juga jika inflasi tetap kaku seiring dengan masalah politik geopolitik,” kata Robert Pavlik, senior portfolio manager di Dakota Wealth.

Baca Juga: Bursa Saham Melonjak Terdorong Penurunan Imbal Hasil dan Taruhan Penurunan Suku Bunga

Semua perhatian akan tertuju pada non-farm payrolls bulanan, lowongan pekerjaan JOLTS dan laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, serta “Beige Book” The Fed yang dijadwalkan sepanjang minggu untuk mendapatkan wawasan mengenai kesehatan perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×