kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kuota Nikel Dipangkas 30%, Saham Aneka Tambang (ANTM) Direkomendasikan Trading Buy


Rabu, 11 Februari 2026 / 16:50 WIB
Kuota Nikel Dipangkas 30%, Saham Aneka Tambang (ANTM) Direkomendasikan Trading Buy
ILUSTRASI. Pemangkasan produksi nikel 2026 (ANTARA FOTO/Andry Denisah)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memangkas kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi 260–270 juta ton dari 379 juta ton pada 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya menata ulang suplai guna menjaga stabilitas harga nikel global.

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai pemangkasan kuota dilakukan di tengah lonjakan suplai nikel dalam beberapa periode terakhir yang sempat menekan harga.

“Kami melihat pemangkasan ini sebagai langkah pemerintah untuk menata ulang suplai agar harga lebih stabil. Sentimen ini sudah mulai berdampak pada harga nikel yang kembali mengalami kenaikan,” ujar Miftah kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Laba Lampaui Target, Target Harga Saham Indosat Dipasang di Rp 2.500

Menurutnya, bagi emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), kebijakan ini cenderung positif dari sisi sentimen. Kenaikan harga berpotensi mengompensasi penurunan volume produksi, meski dalam jangka pendek tetap ada risiko penyesuaian produksi dan penjualan.

Ke depan, kinerja emiten nikel akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan hilirisasi, serta mengamankan kontrak jangka panjang guna mempertahankan margin.

“Secara keseluruhan sektor nikel masih prospektif, terutama jika disiplin suplai ini mampu menjaga keseimbangan pasar dan mendukung stabilitas harga,” tambahnya.

Kiwoom merekomendasikan trading buy untuk saham ANTM dengan target harga Rp 4.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×