kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.976   64,00   0,36%
  • IDX 6.021   -50,40   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -8,24   -1,05%
  • LQ45 595   -6,43   -1,07%
  • ISSI 209   -1,95   -0,93%
  • IDX30 330   -3,04   -0,91%
  • IDXHIDIV20 421   -3,45   -0,81%
  • IDX80 89   -0,93   -1,04%
  • IDXV30 114   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 108   -0,65   -0,59%

Volume penjualan Gudang Garam (GGRM) turun 8,8% pada semester I 2020


Senin, 24 Agustus 2020 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Warga melistas di depan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kelurahan Bolowerti, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/8). Pemerintah daerah setempat mendapatkan subsidi keuangan dari pabrik rokok tersebut sebesar 80 persen dan juga mendapatkan dana bagi has


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Berdasarkan materi paparan publik, gross margin GGRM menurun dari 18,9% pada semester 1-2019 menjadi 16,1% pada semester 1-2020. Sementara itu, laba bersih GGRM terkoreksi 10,7% yoy, dari Rp 4,28 triliun menjadi Rp 3,82 triliun.

Terkait proyeksi pendapatan dan volume penjualan hingga akhir tahun 2020, GGRM belum bisa memprediksikan angkanya.

"Mengingat, pandemi Covid-19 masih memiliki dampak pada daya beli masyarakat khususnya di level bawah. Alhasil, susah sekali untuk menentukan kapan atau akan ada tidaknya kesempatan kami untuk menaikkan harga jual tanpa menciptakan penurunan volume yang lebih dalam," ungkap Heru.

Baca Juga: Saham-saham yang dikoleksi asing saat IHSG menguat 0,90% ke 5.295, Selasa (18/8)

Rencana kenaikan tarif cukai 2021

Pemerintah berencana untuk kembali menaikkan tarif cukai di atas 8% pada 2021 mendatang. Merespons hal ini, Heru mengatakan bahwa Gudang Garam belum memperoleh dokumen angka persis kenaikannya sehingga belum bisa memperhitungkan dampaknya.

Yang jelas, apabila kenaikan cukai tidak bisa diteruskan pada kenaikan harga jual, maka akan menggerus keuntungan perusahaan.

"Pada saat yang sama, kalau kami naikkan harga, maka itu bergantung pada pertumbuhan daya beli konsumen. Jadi kalau daya beli tetap lemah, tentu akan terjadi penurunan volume," ucap dia.

Menurut Heru, GGRM berusaha untuk tidak menjadi perusahaan dengan harga rokok paling mahal. Oleh karena itu, setiap kenaikan tarif cukai bakal diteruskan ke kenaikan harga jual secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×