Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mengumumkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sepanjang 2025 lalu, UNTR mengalami penurunan pendapatan bersih dan laba bersih.
Pendapatan bersih UNTR menyusut 2% year on year (yoy) menjadi Rp 131,3 triliun pada akhir 2025.
Bila ditelusuri, pendapatan dari segmen kontraktor penambangan berkurang 7% yoy menjadi Rp 54,1 triliun, kemudian pendapatan dari segmen mesin konstruksi juga turun 2% yoy menjadi Rp 36,6 triliun.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham United Tractors (UNTR) Usai Akuisisi Tambang Emas Doup
Penurunan juga terjadi pada pendapatan segmen pertambangan batubara termal dan metalurgi sebesar 7% yoy menjadi Rp 24,2 triliun. Sebaliknya, pendapatan dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya tumbuh 41% yoy menjadi Rp 14 triliun.
Hingga akhir 2025, laba bersih UNTR turun 24% yoy menjadi Rp 14,8 triliun. Hal ini disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen pertambangan batubara termal dan metalurgi karena harga jual batubara yang lebih rendah, walau sebagian dapat diimbangi oleh penguatan harga emas.
Lebih jauh, UNTR melaporkan penjualan alat berat Komatsu naik 2% yoy menjadi 4.515 unit pada 2025 berkat penjualan yang lebih tinggi dari sektor kehutanan dan perkebunan.
Dari total penjualan alat berat, sebanyak 60% diserap oleh sektor pertambangan, 14% ke sektor perkebunan, 15% ke sektor konstruksi, dan 11% ke sektor kehutanan. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu berada di level 20%.
"Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan," tulis Manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Saham United Tractors (UNTR) Anjlok Usai Izin Agincourt Dicabut, Ini Rekomendasinya
Penjualan produk merek lainnya yaitu Scania naik 7% yoy menjadi 466 unit dan UD Trucks turun 34% yoy menjadi 155 unit.
Pendapatan bersih dari suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat berkurang 3% yoy menjadi Rp 11,3 triliun pada 2025, yang mencerminkan berkurangnya pendapatan bersih segmen mesin konstruksi sebesar 2% yoy menjadi Rp 36,6 triliun.
Dari segmen kontraktor pertambangan, UNTR melalui PT Pamapersada Nusantara (PAMA) mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) lebih rendah 10% yoy menjadi 1.100 juta bcm dan volume produksi batubara untuk para kliennya sebesar 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,4 kali.
"Pemindahan tanah yang lebih rendah terutama disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien," ungkap Manajemen UNTR.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)