Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tertekan tajam menyusul kabar pencabutan izin operasional PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe. Sentimen tersebut memicu aksi jual signifikan pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, reaksi pasar terhadap kabar tersebut sangat negatif. Saham UNTR tercatat anjlok sekitar 14%-15% setelah pengumuman pencabutan izin, mencerminkan kekhawatiran investor atas potensi hilangnya salah satu aset strategis penopang laba perseroan.
Dari sisi fundamental, Abida menyebut pencabutan izin operasional Agincourt berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja keuangan UNTR. Tambang emas Martabe selama ini memberikan kontribusi pendapatan yang material, dengan nilai lebih dari Rp10 triliun pada kuartal III 2025.
Baca Juga: Pencabutan Izin Pengelolaan Hutan Guncang Saham UNTR, ASII, dan INRU, Ini Kata Analis
“Jika pencabutan izin ini berdampak pada penghentian operasional, laba bersih UNTR pada 2026 berpotensi tergerus sekitar 27% hingga 39%, mengingat besarnya kontribusi laba dari unit emas,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, Abida menilai UNTR masih memiliki penopang dari lini bisnis lain. Diversifikasi usaha di segmen alat berat, kontraktor pertambangan batu bara, serta jasa pertambangan dinilai masih menjadi tulang punggung aktivitas inti perusahaan. Namun, prospek jangka menengah UNTR kini menghadapi tantangan lebih besar akibat terganggunya unit emas strategis tersebut.
Ke depan, arah prospek UNTR akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam memperoleh kepastian regulasi, melakukan mitigasi dampak operasional, serta mengoptimalkan sumber pendapatan non-emas agar kinerja tetap terjaga.
Baca Juga: Izin Hutan Dicabut, Saham UNTR, ASII dan INRU Tertekan: Ini Rekomendasi Analis
Terkait saham UNTR, Abida bersikap hati-hati di tengah tingginya ketidakpastian. Meski sentimen jangka pendek masih negatif, peluang pemulihan tetap terbuka dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, seiring dengan asumsi stabilisasi fundamental dan pemulihan sentimen pasar.
Dengan mempertimbangkan risiko yang ada, Abida memproyeksikan target harga saham UNTR di level Rp32.000 per saham, dengan catatan volatilitas harga masih berpotensi tinggi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Saham UNTR dan ASII Anjlok, Pasar Merespons Pencabutan Izin Tambang Agincourt
Selanjutnya: Ekonomi Menguat, Simak Proyeksi BI Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional IV-2025
Menarik Dibaca: Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir, LayerZero Memimpin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













