Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan saham yang masuk kategori saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC) tidak dapat menjadi konstituen indeks utama, yakni LQ45, IDX30, IDX80 maupun indeks utama lainnya.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menyampaikan kebijakan tersebut tetap berlaku bagi seluruh saham yang memenuhi kriteria HSC, termasuk emiten yang masuk daftar melalui metodologi baru price-impact ratio.
"Seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya," ucapnya dalam konferensi pers, Senin (14/7/2026).
Baca Juga: BEI Tambah Kriteria HSC Lewat Price-Impact Ratio, 37 Saham Baru Masuk Daftar
Jeffrey menambahkan saham yang telah masuk indeks utama juga dapat dikeluarkan apabila kemudian ditetapkan sebagai saham HSC. Pengeluaran tersebut dilakukan mengikuti jadwal evaluasi berkala masing-masing indeks.
"Seandainya ada di dalam indeks utama tentu akan kami keluarkan. Pengeluarannya mengikuti periode evaluasi," kata Jeffrey.
Adapun evaluasi indeks LQ45 dilakukan pada akhir Juli dan mulai berlaku pada awal Agustus. Dengan demikian, pengumuman daftar terbaru HSC dilakukan sebelum proses evaluasi indeks dimulai.
"Hari ini kami menyampaikan itu supaya bisa digunakan dalam periode evaluasi LQ45 di akhir Juli. Demikian juga nanti seterusnya setiap tiga bulan," ujar Jeffrey.
Baca Juga: Prospek Emiten Konstruksi Masih Menantang, Ini Rekomendasi Analis
Meski demikian, Jeffrey menegaskan status HSC bukan bersifat permanen. BEI membuka ruang bagi emiten untuk memperbaiki distribusi saham di publik agar dapat keluar dari daftar HSC setelah melalui proses peninjauan ulang.
"Kami membuka ruang untuk berdiskusi. Kalau perusahaan sudah melakukan distribusi saham yang lebih baik, silakan sampaikan kepada kami, kami akan screen ulang," ucapnya.
Apabila hasil peninjauan menunjukkan indikasi HSC telah hilang, BEI akan menyampaikan pengumuman penutupan status HSC kepada publik. Setelah itu, kata Jeffrey, saham tersebut kembali berpeluang memenuhi persyaratan masuk indeks utama.
Terbaru, BEI merevisi metodologi HSC dengan menambahkan indikator price-impact ratio. Perubahan tersebut membuat 37 saham baru masuk daftar HSC sehingga total saham yang masuk kategori tersebut menjadi 51 saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














