kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pasar Menanti Pidato Ketua The Fed, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (15/7)


Selasa, 14 Juli 2026 / 17:59 WIB
Pasar Menanti Pidato Ketua The Fed, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (15/7)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah 44 poin (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa (14/7/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,10% secara harian ke Rp 18.091 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,17% secara harian ke Rp 18.099 per dolar AS.

Menilik dinamika pasar saat ini, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksikan nilai tukar rupiah untuk esok hari cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang tetap terjaga.

Meskipun hari ini rupiah menunjukkan penguatan berkat sentimen positif dari afirmasi peringkat kredit investment-grade oleh S&P Global Ratings, ruang gerak ke depan diprediksi masih akan dibayangi oleh sentimen wait-and-see. 

Baca Juga: BEI Tambah Kriteria HSC Lewat Price-Impact Ratio, 37 Saham Baru Masuk Daftar

“Pasar tampaknya akan berhati-hati dalam menentukan posisi, mengingat adanya tantangan fundamental dari tekanan eksternal yang masih cukup dominan terhadap mata uang Garuda,” ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).  

Sutopo menambahkan, sentimen utama yang perlu dicermati esok hari berpusat pada perkembangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

Serta antisipasi pasar terhadap testimoni perdana Ketua The Federal Reserve, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS. Selain kedua faktor tersebut, rilis data inflasi Amerika Serikat juga menjadi variabel krusial yang dapat mempengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter ke depan. 

“Kami menyarankan, untuk tetap memantau respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen pasar, di tengah sentimen global yang cukup dinamis ini,” ucap Sutopo. 

Adapun, untuk perdagangan besok (15/7/2026), Sutopo memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan bergerak di kisaran Rp 18.050 – Rp 18.150 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah yang ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen positif dari laporan S&P yang mempertahankan rating kredit Indonesia. menurutnya, penguatan masih terbatas, mengingat eskalasi di Timur Tengah masih mendukung dolar AS dan melambungkan harga minyak dunia hingga US$ 80 per barel.

“Untuk besok, faktor eksternal akan kembali mendominasi, selain perkembangan di Timur Tengah, investor juga mangantisipasi data inflasi konsumen AS dan pidato kepala the Fed Kevin Warsh malam ini,” terang Lukman. 

Lukman memproyeksikan rupiah besok (15/7/2026) bergerak dikisaran Rp 18.050 – Rp 18.150 per dolar AS.

Baca Juga: Prospek Emiten Konstruksi Masih Menantang, Ini Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×