kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Tips Direktur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata Maksimalkan Imbal Hasil Investasi


Sabtu, 03 Januari 2026 / 11:26 WIB
Diperbarui Sabtu, 03 Januari 2026 / 11:42 WIB
Tips Direktur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata Maksimalkan Imbal Hasil Investasi
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) Edwin Prana (DOK/Pribadi). Dirketur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata menekankan pentingnya fokus pada keberlanjutan kinerja dan nilai fundamental dalam berinvestasi.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar keuangan, sebagian investor cenderung reaktif terhadap pergerakan harga jangka pendek, sementara yang lain tetap berpegang pada strategi investasi jangka panjang. 

Salah satu yang konsisten menerapkan pendekatan ini adalah Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), Edwin Pranata.

Edwin menekankan pentingnya fokus pada keberlanjutan kinerja dan nilai fundamental, alih-alih merespons fluktuasi pasar sesaat. 

Menurutnya, investasi sebaiknya dirancang dengan horizon waktu minimal dua tahun, atau bahkan lebih, agar potensi pertumbuhan dapat terealisasi secara optimal. 

Baca Juga: Dirut Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Edwin Pranata Percaya Investasi Jangka Panjang

"Horizonnya bisa dua tahun minimal atau bahkan lebih," ujar Edwin.

Selain itu, ia menekankan pemahaman mendalam terhadap instrumen yang dipilih, sehingga keputusan investasi dapat diambil secara terukur, disertai pengelolaan risiko yang tepat. 

Filosofi ini lahir dari pengalaman panjangnya di pasar modal, yang membantunya memahami profil risiko sebagai investor moderate to high risk, namun bukan tipe jangka pendek. 

Strateginya tidak hanya melihat valuasi dan fundamental tradisional, tetapi juga mempertimbangkan tren, likuiditas, dan potensi pasar.

Ketertarikan Edwin pada dunia investasi berawal dari pendidikan di bidang keuangan sejak kuliah. 

Baca Juga: Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Bidik Laba Rp 40 Miliar di Tahun 2026

Instrumen pertama yang dikenalnya adalah saham, dan ia mulai aktif berinvestasi pada 2015, dengan fokus awal pada saham domestik, khususnya sektor perbankan yang dinilai stabil.

Pengalaman paling berkesan datang saat pandemi Covid-19, ketika ia berinvestasi pada saham perbankan digital. 

"Awalnya hanya iseng melihat tren, tapi pergerakan bank digital luar biasa. Portofolio naik lebih dari seribu persen," ungkap Edwin.

Saat ini, Edwin mengelola portofolio yang terdiversifikasi, dengan 60% dialokasikan pada saham, 15% pada properti, dan 25% pada berbagai jenis investasi barang eksotis. 

Ia membagikan tips bagi investor pemula: berani memulai meski dengan nominal kecil, pahami risiko sebelum mengikuti tren, dan bangun pola pikir jangka panjang.

"Investasi itu maraton, bukan lomba jarak pendek. Jangan berharap hasil instan," katanya.

Di luar instrumen keuangan, Edwin menilai investasi paling penting adalah pada diri sendiri, atau yang disebutnya investasi ‘leher ke atas’. 

Baca Juga: Baru Listing, Saham Abadi Lestari (RLCO) Masuk Radar UMA di BEI

Menurutnya, nilai terbesar dari investasi tidak selalu berbentuk finansial, tetapi melekat pada kualitas diri, yang meliputi kesehatan, pengetahuan, dan mindset.

Kesehatan menjadi fondasi utama, karena tanpa kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang sulit berpikir jernih dan konsisten.

Pengetahuan menjadi modal penting untuk bersaing, sementara mindset menentukan cara menghadapi risiko dan ketidakpastian pasar. 

Edwin menekankan, keberhasilan seorang investor lebih ditentukan oleh cara berpikir dan karakter dalam menghadapi dinamika pasar, bukan semata-mata instrumen yang dipilih. 

Selanjutnya: Pemimpin Perlu Berani Ambil Risiko di Tengah Perubahan Dunia yang Kian Cepat

Menarik Dibaca: 6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×