Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Ia membagikan tips bagi investor pemula: berani memulai meski dengan nominal kecil, pahami risiko sebelum mengikuti tren, dan bangun pola pikir jangka panjang.
"Investasi itu maraton, bukan lomba jarak pendek. Jangan berharap hasil instan," katanya.
Di luar instrumen keuangan, Edwin menilai investasi paling penting adalah pada diri sendiri, atau yang disebutnya investasi ‘leher ke atas’.
Baca Juga: Baru Listing, Saham Abadi Lestari (RLCO) Masuk Radar UMA di BEI
Menurutnya, nilai terbesar dari investasi tidak selalu berbentuk finansial, tetapi melekat pada kualitas diri, yang meliputi kesehatan, pengetahuan, dan mindset.
Kesehatan menjadi fondasi utama, karena tanpa kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang sulit berpikir jernih dan konsisten.
Pengetahuan menjadi modal penting untuk bersaing, sementara mindset menentukan cara menghadapi risiko dan ketidakpastian pasar.
Edwin menekankan, keberhasilan seorang investor lebih ditentukan oleh cara berpikir dan karakter dalam menghadapi dinamika pasar, bukan semata-mata instrumen yang dipilih.
Selanjutnya: Pemimpin Perlu Berani Ambil Risiko di Tengah Perubahan Dunia yang Kian Cepat
Menarik Dibaca: 6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












