kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Tips Direktur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata Maksimalkan Imbal Hasil Investasi


Sabtu, 03 Januari 2026 / 11:26 WIB
Diperbarui Sabtu, 03 Januari 2026 / 11:42 WIB
Tips Direktur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata Maksimalkan Imbal Hasil Investasi
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) Edwin Prana (DOK/Pribadi). Dirketur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata menekankan pentingnya fokus pada keberlanjutan kinerja dan nilai fundamental dalam berinvestasi.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar keuangan, sebagian investor cenderung reaktif terhadap pergerakan harga jangka pendek, sementara yang lain tetap berpegang pada strategi investasi jangka panjang. 

Salah satu yang konsisten menerapkan pendekatan ini adalah Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), Edwin Pranata.

Edwin menekankan pentingnya fokus pada keberlanjutan kinerja dan nilai fundamental, alih-alih merespons fluktuasi pasar sesaat. 

Menurutnya, investasi sebaiknya dirancang dengan horizon waktu minimal dua tahun, atau bahkan lebih, agar potensi pertumbuhan dapat terealisasi secara optimal. 

Baca Juga: Dirut Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Edwin Pranata Percaya Investasi Jangka Panjang

"Horizonnya bisa dua tahun minimal atau bahkan lebih," ujar Edwin.

Selain itu, ia menekankan pemahaman mendalam terhadap instrumen yang dipilih, sehingga keputusan investasi dapat diambil secara terukur, disertai pengelolaan risiko yang tepat. 

Filosofi ini lahir dari pengalaman panjangnya di pasar modal, yang membantunya memahami profil risiko sebagai investor moderate to high risk, namun bukan tipe jangka pendek. 

Strateginya tidak hanya melihat valuasi dan fundamental tradisional, tetapi juga mempertimbangkan tren, likuiditas, dan potensi pasar.

Ketertarikan Edwin pada dunia investasi berawal dari pendidikan di bidang keuangan sejak kuliah. 

Baca Juga: Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Bidik Laba Rp 40 Miliar di Tahun 2026

Instrumen pertama yang dikenalnya adalah saham, dan ia mulai aktif berinvestasi pada 2015, dengan fokus awal pada saham domestik, khususnya sektor perbankan yang dinilai stabil.

Pengalaman paling berkesan datang saat pandemi Covid-19, ketika ia berinvestasi pada saham perbankan digital. 

"Awalnya hanya iseng melihat tren, tapi pergerakan bank digital luar biasa. Portofolio naik lebih dari seribu persen," ungkap Edwin.

Saat ini, Edwin mengelola portofolio yang terdiversifikasi, dengan 60% dialokasikan pada saham, 15% pada properti, dan 25% pada berbagai jenis investasi barang eksotis. 




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×