Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Harga tembaga melanjutkan pelemahan di hari kedua, setelah mencapai level tertinggi dalam sebulan pada akhir pekan lalu.
Mengutip Bloomberg, Selasa (20/9) harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange jatuh 0,6% ke level US$ 4.746 per metrik ton sebelum diperdagangkan di US$ 4.757 pada pukul 11.33 waktu Shanghai.
Pada Jumat (16/9) bertengger di US$ 4.788 per metrik ton dan mencatat penguatan mingguan terbesar dalam dua bulan.
Tingkat produksi yang melebihi permintaan telah membuat keuntungan tembaga sepanjang tahun ini semakin tipis. Logam yang digunakan dalam pembuatan kabel ini juga menjadi paling tertinggal diantara logam dasar lainnya.
Menurut Jia Zheng, seorang trader di Shanghai Minghong Investment Management Co., data awal pekan ini menunjukkan China sebagai produsen terbesar tembaga telah meningkatkan output bulan Agustus ke level tertinggi dalam enam bulan sehingga memperburuk kondisi kelebihan pasokan.
"Pelemahan menunjukkan pasar cukup bearish saat ini," kata Jia, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (20/9). "Di pasar spot, harga premium sulit mendaki di tengah tingginya permintaan musim gugur. Dari sisi supply, produksi dalam negeri terus meningkat," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













