kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Data ekonomi AS ciamik, tembaga terpukul


Senin, 19 September 2016 / 08:08 WIB
Data ekonomi AS ciamik, tembaga terpukul


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penguatan dollar Amerika Serikat (AS) akibat data ekonomi yang memuaskan pasar, membuat harga tembaga kembali tertekan. Mengacu situs investing.com, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) Jumat (16/9) lalu terkoreksi 0,08% menjadi US$ 4.773,5 per metrik ton.

Namun, bila dihitung dalam sepekan, harganya masih menanjak 2,92%.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan, penurunan harga tembaga di akhir pekan disebabkan oleh membaiknya performa mata uang negeri Paman Sam. Jumat lalu, indeks dollar AS melaju 0,82% ketimbang hari sebelumnya menjadi 96,06.

Hal ini dipicu oleh rilis data indeks harga konsumen AS per Agustus 2016 yang tumbuh 1,1% dibanding tahun lalu, melampaui konsensus ekonom sebesar 1%. Bulan sebelumnya, indeks harga konsumen cuma naik 0,8%.

Belum lagi inflasi AS di Agustus 2016 memuaskan pasar lantaran mengalami pertumbuhan jadi 0,2% dari sebelumnya 0,0%. Walhasil, spekulasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve, dalam rapat FOMC yang akan digelar 20-21 September 2016 kembali mencuat.

Ini membuat dollar AS menguat, dan harga tembaga yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut tertekan. Tambah lagi, pasar keuangan China tengah libur karena perayaan festival pertengahan musim gugur. Ini membuat harga tembaga sulit menguat.

"Padahal sebenarnya harga tembaga dibalut beberapa katalis positif," kata Ibrahim.

Pertama, demonstrasi serikat pekerja tambang di Cile yang menyebabkan akses ke tambang ditutup. Para pekerja menuntut kenaikan upah. Walhasil, suplai tembaga dari Cile pun terhambat dan diperkirakan bisa menggangu pasokan tembaga dunia.

Kedua, pemerintah Filipina menghentikan sebagian eksplorasi tambang karena dianggap melanggar kebijakan lingkungan hidup. Alhasil, stok tembaga di LME diprediksi kembali mengecil setelah di awal September naik 3,8% menjadi 304.775 ton.

Kendati begitu, Ibrahim memprediksi harga tembaga berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini (19/9). Sebab, pelaku pasar dunia masih fokus menanti hasil pertemuan para petinggi The Fed pekan ini.

Investor mencermati apakah ada peluang kenaikan suku bunga AS dalam rapat tersebut. Analis memprediksi pergerakan dollar AS masih tetap kuat. Namun, Ibrahim optimistis harga tembaga bisa melaju hingga level US$ 6.000 per metrik ton.

Amunisinya bersumber dari penggelontoran stimulus yang dilakukan beberapa bank sentral di dunia, seperti China, Inggris, Eropa, hingga Jepang. Perbaikan ekonomi di Negeri Tembok Besar pun turut menjadi pendorong harga tembaga. Apalagi data penjualan ritel dan produksi industri Tiongkok kembali pulih.

Ingat, China adalah pengguna sekaligus produsen komoditas terbesar di dunia. Pulihnya produksi di Negeri Panda akan menyokong harga logam industri seperti tembaga.

Secara teknikal, bollinger band dan moving average harga tembaga bergerak 40% di atas bollinger tengah yang mengindikasikan tren positif. Begitu pula dengan relative strength index (RSI) dan moving average convergence divergence (MACD) yang masing-masing 60% positif.

Hanya stochastic yang cenderung wait and see. Ibrahim memprediksi harga tembaga hari ini akan mencapai kisaran US$ 4.760–US$ 4.870 per metrik ton. Sementara sepekan ke depan, harga tembaga bakal cenderung bergerak fluktuatif dalam rentang US$ 4.710–US$ 4.920 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×