kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tekanan terhadap rupiah semakin kuat pekan ini


Senin, 14 Desember 2015 / 07:11 WIB
Tekanan terhadap rupiah semakin kuat pekan ini


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tekanan rupiah semakin kuat mendekati rapat Federal Open Market Committee (FOMC)  pekan ini. Namun, di awal pekan, ada peluang mata uang Garuda rebound teknikal.

Jumat (11/12), di pasar spot, rupiah melemah 0,28% ke Rp 13.993 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia mencatat, rupiah menguat 0,12% ke Rp 13.937 per dollar AS.

Research and Analyst Divisi Tresuri BNI Trian Fatria menyebut, pelemahan rupiah terus terjadi karena pelaku pasar berekspektasi The Fed bakal mengerek suku bunga pada akhir tahun ini.

Apalagi, di dalam negeri, kebutuhan dollar meningkat jelang akhir tahun untuk membayar utang. Trian menduga, awal pekan ini, rupiah masih akan di area negatif. "Masih akan didominasi sentimen  FOMC," tuturnya.

Research and Analyst Fortis Asia Futures Andri Hardianto bilang, rupiah juga terseret penurunan cadangan devisa dan koreksi harga komoditas.

Namun, Andri menduga, awal pekan ini, ada peluang rupiah rebound teknikal. Terutama, jika neraca dagang domestik bisa surplus sesuai perkiraan.

Rupiah diprediksi bergulir antara Rp13.900-Rp 14.000 per dollar AS. Trian menebak, rupiah rentan jatuh ke Rp 13.890-Rp 14.000 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×