kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

FOMC biang kerok keterpurukan rupiah


Jumat, 11 Desember 2015 / 17:26 WIB
FOMC biang kerok keterpurukan rupiah


Reporter: Namira Daufina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lagi, rupiah menelan pelemahan sepanjang pekan. Tekanan yang tinggi dari eksternal tak punya daya redam internal akibat sajian data domestik yang ikut negatif.

Di pasar spot, Jumat (11/12) valuasi rupiah merosot 0,28% ke level Rp 13.993 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Nilai ini pun sudah tergerus 1,14% dalam sepekan terakhir.

Sedikit berbeda, di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah sedikit terangkat 0,12% di level Rp 12.937 per dollar AS meski dalam sepekan terakhir tetap tergerus 0,75%.

Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures menjabarkan pelemahan yang terjadi sepekan ini tidak lain karena terseret spekulasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve. The Fed akan mengumumkan rencana kenaikan bunga ini setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 16 Desember mendatang. 

Alhasil, pasar bersikap hati-hati dan memilih untuk mengumpulkan dollar AS. Tidak heran mata uang di hadapan greenback terkapar.

Padahal secara data ekonomi, AS cenderung tidak memuaskan pasar. Hanya saja tingkat probabilitas kenaikan suku bunga yang melesat ke level 78% di pekan ini jadi pendorong the greenback.

“Sementara data cadangan devisa justru menambah beban rupiah,” kata Suluh. Itu jadi beban tersendiri bagi rupiah yang datang dari domestik. Sehingga sepanjang pekan ini nyaris rupiah minim sokongan.

Belum lagi Suluh menilai hingga memasuki penghujung tahun, rangkaian paket kebijakan yang dirilis belum memberikan dampak signifikan.

"Untuk sementara ketika semua mata tertuju pada FOMC harapan rupiah unggul sangat tipis," ujar Suluh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×