kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Tak Hanya Perusahaan Besar, BEI Kini Bidik UMKM untuk Melantai di Bursa


Senin, 02 November 2026 / 18:12 WIB
Tak Hanya Perusahaan Besar, BEI Kini Bidik UMKM untuk Melantai di Bursa
ILUSTRASI. BEI memperluas pembinaan UMKM dan perusahaan menengah melalui Go Public Academy untuk mendorong kesiapan IPO dan akses pendanaan pasar modal. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong perusahaan skala menengah untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan program pembinaan dan edukasi guna mempersiapkan pelaku usaha agar lebih siap menjadi perusahaan terbuka.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan, penguatan program tersebut dilakukan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai kelanjutan dari inisiatif Rise to IPO yang telah berjalan sejak 2025 di sejumlah kota.

“Ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperluas pemahaman dan akses pelaku usaha, khususnya perusahaan skala menengah, terhadap berbagai alternatif pendanaan melalui pasar modal,” jelasnya dalam acara Peluncuran Go Public Academy for SME di Main Hall BEI, Senin (2/11/2026).

Jeffrey menjelaskan, program Rise to IPO sebelumnya telah diselenggarakan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung. Program tersebut bertujuan memperkenalkan pasar modal sekaligus memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai peluang pendanaan melalui bursa saham.

Baca Juga: Oktober Penuh Tekanan, Mayoritas Reksadana Batavia AM Masih Positif

Sebagai langkah lanjutan, BEI meluncurkan National Go Public Academy for Small Medium Enterprises (SME). Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan berjenjang bagi perusahaan yang memiliki minat untuk mengakses pasar modal dalam mendukung pengembangan bisnis.

Materi pembinaan mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola perusahaan, kualitas dan transparansi informasi, hingga pemahaman mengenai tahapan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Pendekatan ini bertujuan untuk membantu perusahaan membangun model bisnis yang kuat, laporan keuangan yang handal, tata kelola yang profesional, dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Jeffrey.

Menurut Jeffrey, kebutuhan pendanaan perusahaan akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan dan ekspansi bisnis. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami beragam alternatif pembiayaan agar dapat mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Selasa (3/11), Waspadai Sentimen Saham HSC

Untuk memperkuat persiapan calon emiten, BEI juga menjalin kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia. Kolaborasi tersebut mencakup kegiatan verifikasi dan validasi informasi keuangan maupun nonkeuangan perusahaan sebelum memasuki pasar modal.

Jeffrey menambahkan, kesiapan perusahaan untuk melantai di bursa tidak semata-mata diukur berdasarkan besaran pendapatan maupun aset. Terdapat sejumlah aspek lain yang perlu dipenuhi, mulai dari legalitas, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, transparansi, hingga penerapan prinsip keberlanjutan.

“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×