kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.181   22,00   0,12%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan UMKM untuk IPO


Senin, 02 November 2026 / 11:58 WIB
BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan UMKM untuk IPO
ILUSTRASI. Penyesuaian karakteristik pasar modal Indonesia (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas penjaringan calon emiten dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perusahaan skala menengah lewat penguatan program pembinaan dan edukasi pasar modal.

Adapun program pembinaan dan edukasi tersebut dilakukan BEI bersama Kementerian UMKM, yang merupakan kelanjutan program Rise to IPO. Sekedar info, program ini telah berjalan sejak 2025 di sejumlah kota.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menyampaikan langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pemahaman sekaligus membuka akses pelaku usaha terhadap alternatif pendanaan melalui pasar modal.

Baca Juga: BEI Depak Saham HSC dari Perhitungan IHSG, Ini Arti dan Perbedaan dengan Delisting

“Ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperluas pemahaman dan akses pelaku usaha, khususnya perusahaan skala menengah, terhadap berbagai alternatif pendanaan melalui pasar modal,” jelasnya dalam acara Peluncuran Go Public Academy for SME di Main Hall BEI, Senin (2/11). 

Jeffrey mengatakan program Rise to IPO sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung. Inisiatif tersebut ditujukan untuk mengenalkan pasar modal kepada pelaku usaha.

Selain itu, BEI meluncurkan National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises (SME) sebagai program pembinaan berjenjang bagi perusahaan yang berminat memanfaatkan pasar modal untuk mengembangkan bisnisnya.

Program tersebut mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas dan transparansi perusahaan, hingga pemahaman mengenai proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Pendekatan ini bertujuan untuk membantu perusahaan membangun model bisnis yang kuat, laporan keuangan yang handal, tata kelola yang profesional, dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Jeffrey.

Menurut Jeffrey, kebutuhan pendanaan perusahaan akan semakin besar seiring dengan pertumbuhan bisnis. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami berbagai alternatif pembiayaan untuk mendukung ekspansi jangka panjang.

BEI juga menggandeng PT Surveyor Indonesia untuk memperkuat kesiapan perusahaan sebelum menjadi perusahaan publik. Kerja sama ini mencakup verifikasi dan validasi informasi keuangan maupun non keuangan.

Jeffrey menjelaskan, kesiapan perusahaan untuk melantai di bursa tidak hanya ditentukan oleh besaran pendapatan atau aset, tetapi juga legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta aspek keberlanjutan.

“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Konsolidasi Tjokro Group Mulai Berbuah, Penjualan GPSO Melonjak 194%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×