Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (3/11/2026).
Pelaku pasar masih mencermati sejumlah rilis data ekonomi domestik dan global serta perkembangan politik di Amerika Serikat (AS), di tengah tekanan arus modal asing di pasar saham Indonesia.
Melansir Bloomberg, Senin (2/11/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,05% ke level Rp 18.156 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan Jumat (30/10/2026) di level Rp 18.147 per dolar AS.
Baca Juga: Kinerja Emiten Grup Merdeka Melesat, Intip Rekomendasi Saham MDKA, MBMA dan EMAS
Pelemahan juga terjadi pada rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Rupiah JISDOR tercatat melemah 0,13% secara harian menjadi Rp 18.161 per dolar AS, dari Rp 18.138 per dolar AS pada Jumat (30/10/2026).
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, tekanan terhadap rupiah pada perdagangan Senin datang dari aksi jual bersih investor asing di pasar saham serta kekhawatiran terhadap potensi penurunan status pasar modal Indonesia.
Sikap hati-hati investor turut membebani pergerakan mata uang Garuda.
Meski demikian, data inflasi dan perdagangan Indonesia yang lebih baik dari perkiraan mampu menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.
“Data inflasi dan perdagangan yang lebih baik dari perkiraan sedikit banyak menahan perlemahan rupiah yang lebih besar,” ujar Lukman kepada KONTAN, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Dolar Australia Jadi Mata Uang Komoditas Paling Menarik, Ini Proyeksi Kursnya
Untuk perdagangan Selasa, ketidakpastian global masih menjadi perhatian pelaku pasar. Padatnya agenda rilis data ekonomi domestik dan global, ditambah pemilu legislatif paruh waktu AS, berpotensi membuat investor cenderung menahan diri.
Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dunia berpotensi memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Pasalnya, harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah masih bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa.
“Rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam rentang yang ketat, Rp 18.100-Rp 18.200 per dolar AS,” kata Lukman.
Baca Juga: Penjualan INDF dan ICBP Tumbuh, Tapi Laba Bersih Kompak Turun Begini Prospek Sahamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














