kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.185   26,00   0,14%
  • IDX 5.068   10,73   0,21%
  • KOMPAS100 654   2,05   0,31%
  • LQ45 517   1,57   0,31%
  • ISSI 169   -0,22   -0,13%
  • IDX30 290   0,45   0,16%
  • IDXHIDIV20 391   -0,58   -0,15%
  • IDX80 76   0,30   0,40%
  • IDXV30 109   -0,42   -0,38%
  • IDXQ30 98   -0,39   -0,39%

Jadi SBN Ritel Penutup 2026, Penyerapan ST017 Hadapi Sejumlah Tantangan


Senin, 02 November 2026 / 09:24 WIB
Jadi SBN Ritel Penutup 2026, Penyerapan ST017 Hadapi Sejumlah Tantangan
ILUSTRASI. Obligasi Negara/SUN (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bersiap meluncurkan Sukuk Tabungan seri ST017 sebagai penutup dari rangkaian enam penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel di tahun 2026.

Kehadiran instrumen syariah ini diharapkan mampu menggenapi estimasi penghimpunan dana ritel yang diproyeksikan menembus Rp 141,32 triliun, selaras dengan target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Optimisme terhadap penyerapan ST017 berkaca pada capaian instrumen pendahulunya, SBR015.

Masa penawaran yang ditutup pada 22 Oktober 2026 lalu sukses mencatatkan pemesanan mencapai Rp 17,01 triliun dari 62.529 investor, di mana dominasi penempatan dana masih berada pada tenor pendek SBR015-T2 sebesar Rp 13,6 triliun.

Baca Juga: IHSG Dibuka Ambruk ke 4.986, Top Losers LQ45: BRPT, MAPI, WIFI, Senin (2/11)

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menegaskan bahwa animo tersebut mengonfirmasi ketersediaan likuiditas domestik, sekaligus membuktikan ketahanan pasar ritel terhadap volatilitas pasar keuangan global maupun domestik.

"Realisasi penjualan SBR015 ini mencerminkan minat masyarakat yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar," ungkap Suminto kepada Kontan.

Meski rekam jejak penerbitan sebelumnya terbilang solid, penyerapan ST017 menjelang akhir tahun tidak lepas dari bayang-bayang kompetisi.

Chief Operating Officer (COO) Bareksa Ni Putu Kurniasari mengingatkan bahwa momentum akhir tahun biasanya diiringi oleh preferensi masyarakat terhadap aset yang lebih likuid, mengingat karakteristik ST017 yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (non tradable) dan memiliki masa tunggu (lock up) minimal dua tahun.

"Di kondisi ekonomi seperti saat ini, investor masih banyak yang berpikir butuh likuiditas cepat. Apalagi sekarang perbankan juga sedang banyak menawarkan bunga lebih tinggi, jadi mungkin minatnya bisa berkurang untuk ST ini," jelas Putu kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai, untuk menyiasati sentimen tersebut,  target penyerapan moderat di kisaran Rp 15 triliun hingga Rp 20 triliun dinilai cukup realistis untuk seri penutup ini.

Kunci utama pencapaian target tersebut akan sangat bergantung pada besaran kupon yang ditawarkan serta kemampuan instrumen ini dalam menarik pelarian arus modal dari investor yang mencari safe haven atau aset yang dijamin penuh oleh negara di tengah ketidakpastian pasar.

Baca Juga: Harga Emas Antam Senin (2/11) Naik Rp 5.000 di Rp 2.531.000 per Gram

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×