kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Strategi DCA Kembali Dilirik saat Pasar Kripto Sideways, Cocok untuk Investor Pemula?


Kamis, 30 April 2026 / 10:42 WIB
Strategi DCA Kembali Dilirik saat Pasar Kripto Sideways, Cocok untuk Investor Pemula?
ILUSTRASI. ilustrasi uang kripto (Dok/Shutterstock). Membeli kripto pekan lalu ternyata belum tentu untung maksimal. Simak strategi DCA yang terbukti efektif untuk pasar yang bergerak terbatas.


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar kripto yang cenderung mendatar (sideways) dalam beberapa waktu terakhir membuat strategi investasi Dollar Cost Averaging (DCA) kembali relevan. 

Pendekatan ini dinilai lebih realistis di tengah kondisi pasar yang sulit ditebak, terutama bagi investor pemula.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan banyak investor masih mencoba menebak titik terendah harga atau memilih menunggu. Padahal, strategi tersebut tidak selalu efektif dalam situasi pasar yang bergerak terbatas. 

"Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti Dollar Cost Averaging bisa menjadi pendekatan yang lebih realistis karena tidak bergantung pada market timing," ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Pasar Kripto Lesu, Begini Strategi Investasi Altcoin Untuk Investor Ritel

DCA sendiri merupakan strategi investasi dengan membeli aset secara rutin dalam nominal yang sama pada periode tertentu, tanpa memperhatikan kondisi harga. Pendekatan ini memungkinkan investor mengakumulasi aset secara bertahap sekaligus meredam dampak fluktuasi pasar.

Dalam praktiknya, strategi ini membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih seimbang. Saat harga turun, investor berpotensi memperoleh aset lebih banyak, sementara saat harga naik, pembelian tetap berjalan meski dalam jumlah lebih kecil. 

Pola ini dinilai dapat memperkuat portofolio untuk jangka panjang, terutama ketika pasar kembali memasuki tren bullish.

Selain itu, DCA juga membantu membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin. 

Investor tidak perlu terlalu reaktif terhadap pergerakan harga harian, sehingga dapat mengurangi keputusan berbasis emosi yang kerap merugikan, seperti panik saat harga turun atau terburu-buru masuk karena takut ketinggalan momentum.

Meski demikian, strategi ini tidak sepenuhnya bebas risiko. Investor tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan profil risiko masing-masing, serta memastikan dana yang digunakan bukan untuk kebutuhan jangka pendek.

Baca Juga: Pasar Kripto Menguat, Analis: Hindari Fomo dan Lakukan Profit Taking

Untuk memaksimalkan DCA, investor disarankan menetapkan alokasi dana secara konsisten, menghindari keputusan berbasis emosi seperti FOMO, serta melakukan evaluasi portofolio secara berkala agar tetap sejalan dengan tujuan investasi.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, edukasi menjadi kunci. Indodax menyatakan terus mendorong literasi melalui berbagai kanal, termasuk platform edukasi internal, guna membantu investor memahami dinamika pasar dan memilih strategi yang tepat.

Sebagai platform perdagangan kripto yang telah terdaftar dan diawasi OJK, Indodax menegaskan komitmennya menghadirkan ekosistem investasi yang aman, transparan, dan edukatif, sekaligus mendorong pertumbuhan investor yang lebih bijak di tengah dinamika pasar.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/29/202000126/strategi-dca-dinilai-efektif-redam-risiko-volatilitas-kripto?page=all#page2.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×