Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja operasional awal tahun 2026 dengan pencapaian strategis dan peningkatan signifikan dalam efisiensi biaya yang secara kolektif memperkuat margin profitabilitas dan fondasi bisnis jangka panjang perusahaan.
Melalui anak usaha, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), MDKA mencapai tonggak penting di Tambang Emas Pani dengan keberhasilan first gold pour pada Februari 2026, kemudian diikuti penjualan perdana pada Maret 2026.
Pada kuartal I-2026, Pani mencatat produksi 1.818 ounces dan penjualan pertama 516 ounces sebagai langkah awal menuju target 100.000–115.000 ounces sepanjang 2026.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan, EMAS juga telah mengajukan Form A1 ke Bursa Efek Hong Kong untuk memperluas akses pendanaan global.
Baca Juga: Laba Bumi Resources Minerals (BRMS) Naik 22%, Produksi Emas Turun di Kuartal I-2026
Di sektor nikel, anak perusahaan MDKA lainnya yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berhasil mencatat kinerja yang baik dengan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui produksi bijih di tambangnya yang meningkat tajam, yakni saprolit naik 72% year on year (YoY) dan limonit naik 195% YoY.
MDKA menargetkan 100% pasokan saprolit yang berasal dari tambang nikel di Konawe ini untuk mendukung smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), sehingga meningkatkan efisiensi dan margin.
Selain itu, konstruksi fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) PT SLNC telah mencapai 95%, sedangkan pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal I-2026, sehingga memperkuat rantai nilai hilirisasi nikel perusahaan.
Di sisi lain, MDKA terus meningkatkan pertumbuhan Proyek Tembaga Tujuh Bukit sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.
Pada kuartal I-2026, proyek ini memasuki tahap finalisasi studi kelayakan menuju kesiapan eksekusi dengan pengujian metalurgi dan optimasi desain tambang yang terus dilakukan untuk meningkatkan perolehan dan efisiensi biaya serta memperkuat nilai ekonominya.
Dari sisi profitabilitas, MDKA mencatat peningkatan yang signifikan. Cash Cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64% quarter on quarter (qoq) menjadi US$ 685 per ounce, sementara margin meningkat 130% qoq menjadi US$ 4,156 per ounce, didukung harga emas yang kuat.
Di bisnis nikel, margin Nickel Pig Iron (NPI) meningkat 76% qoq menjadi US$ 3,982 per ton yang mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi operasional dan optimalisasi biaya.
Di sisi keberlanjutan, MDKA mempertahankan peringkat MSCI ESG “A” selama tiga tahun berturut-turut sehingga memperkuat kepercayaan investor.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, pihaknya membangun platform pertumbuhan terintegrasi dengan emas sebagai penghasil arus kas dan nikel sebagai motor masa depan.
“Pencapaian di Pani dan kinerja nikel menegaskan peran strategis Perseroan dalam rantai pasok energi global,” ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Dengan kombinasi pencapaian operasional dan penguatan struktur keuangan, MDKA berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan sebagai perusahaan tambang terdiversifikasi dengan rantai nilai terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













