Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang kuartal I-2026. Hal ini didorong oleh peningkatan signifikan produksi, optimalisasi operasional, serta perbaikan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan, TINS mencatat pendapatan sebesar Rp 5,47 triliun pada kuartal I-2026 atau melonjak 160,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,10 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah.
Selain itu, laba usaha TINS mencapai Rp 1,88 triliun, meningkat tajam dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp 148 miliar. Sementara itu, EBITDA TINS tercatat sebesar Rp 2,1 triliun atau naik lebih dari 450% yoy secara tahunan dari posisi kuartal I-2025 yakni Rp 348 miliar.
Laba bersih TINS pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 1,5 triliun atau sudah mencapai 595% dari target yang sudah ditentukan perusahaan tahun ini yaitu Rp 252 miliar.
Nilai aset TINS pada kuartal I-2026 naik 11,62% menjadi Rp 15,23 triliun dari Rp 13,64 triliun pada akhir 2025. Posisi liabilitas TINS tercatat sebesar Rp 5,27 triliun pada kuartal I-2026 atau naik 1% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 5,23 triliun.
Baca Juga: Cermati Saham yang Banyak Ditadah Asing Saat IHSG Ambruk di Pekan Terakhir April 2026
TINS membukukan ekuitas sebesar Rp 9,96 triliun pada kuartal I-2026 atau mengalami kenaikan 18,4% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 8,41 triliun, seiring dengan dibukukannya laba pada kuartal I-2026.
Kinerja keuangan TINS menunjukkan hasil yang baik. Hal ini terlihat dari beberapa rasio keuangan penting, antara lain Quick Ratio sebesar 105,1%, Current Ratio sebesar 276,1%, Debt to Asset Ratio sebesar 6,9%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 10,6%.
Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro menyampaikan, kinerja positif ini merupakan hasil dari konsistensi strategi efisiensi dan optimalisasi di seluruh lini bisnis.
“Pada kuartal I-2026, TINS membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis, sehingga perusahaan mampu melampaui target laba yang ditetapkan,” ungkap dia dalam keterangan resmi, Jumat (1/5).
Dari sisi operasional, TINS mencatat lonjakan produksi bijih timah sebesar 6.312 ton Sn atau meningkat 96% yoy pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.225 ton Sn. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya unit operasi, baik Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), maupun tambang darat kemitraan.
Selain itu, peningkatan produksi juga ditopang oleh beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1, perbaikan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi, serta dukungan Satuan Tugas (Satgas) dari pemerintah yang ditempatkan di Perseroan.
TINS terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja operasional dan produksi sepanjang kuartal I-2026. Di penambangan darat, TINS menambah jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu untuk memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan selaras dengan blok Rencana Kerja yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pada penambangan laut, TINS mengoperasikan satu unit Kapal Keruk (KK) dan terus mengoptimalkan kinerja Kapal Isap Produksi (KIP). Peningkatan kinerja juga didukung dengan optimalisasi fasilitas pengolahan sisa hasil pengolahan KIP guna meningkatkan efektivitas proses pengolahan, serta peningkatan produktivitas Ponton Isap Produksi (PIP).
Lebih lanjut, produksi logam timah TINS naik 82% yoy menjadi 5.630 metrik ton Sn pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3.095 metrik ton Sn. Setali tiga uang, penjualan logam timah perusahaan naik 113% yoy menjadi 6.009 metrik ton pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.824 ton.
Harga jual rata-rata logam timah TINS tercatat sebesar US$ 49.221 per metrik ton pada kuartal I-2026, naik 51% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 32.495 per metrik ton.
Penjualan logam timah TINS pada kuartal I-2026 didominasi oleh pasar ekspor sebesar 97%, sementara penjualan domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China 48%, India 11%, Korea Selatan 10%, Italia 6%, Singapura 5%, dan Belanda 4%.
Untuk ke depannya, TINS optimistis tren kinerja positif akan berlanjut. Peningkatan produksi, optimalisasi penambangan darat dan laut, serta penguatan tata kelola operasi diyakini menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi eksternal, tren harga timah global yang masih menguat di tengah ketatnya pasokan juga menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













