Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan April 2026 di zona merah. Pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026) IHSG kembali ambruk setelah sehari sebelumnya hanya menguat tipis.
Tekanan jual yang merata di hampir semua sektor membuat IHSG jatuh cukup dalam dan kembali ke bawah level psikologis 7.000.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 2,03% atau turun 144,42 poin ke posisi 6.956,80.
Pelemahan ini sekaligus menghapus penguatan sebelumnya dan menandai sentimen pasar yang masih rapuh menjelang akhir pekan panjang Hari Buruh.
Baca Juga: Transaksi Asing Net Sell Rp 348 Miliar, Saham Ini Paling Banyak Dijual (23/12)
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat merosot hingga 5,72%, mencerminkan tekanan jual yang konsisten di pasar saham domestik.
Penurunan terjadi di seluruh indeks sektoral. Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan penurunan 2,95%, diikuti infrastruktur 2,93%, barang baku 2,90%, serta barang konsumer primer dan properti masing-masing turun 2,19%.
Sektor lainnya juga ikut terkoreksi, mulai dari keuangan, kesehatan, energi, teknologi hingga transportasi.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 47,85 miliar saham dengan nilai Rp21,61 triliun. Mayoritas saham berada di zona merah, dengan 567 saham turun, hanya 133 saham menguat, dan 105 saham stagnan.
Tekanan juga datang dari investor asing yang mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,49 triliun di seluruh pasar pada hari ini.
Dalam sepekan, akumulasi net sell asing bahkan telah mencapai Rp 8,56 triliun, memperbesar tekanan terhadap pergerakan IHSG.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 1,49 Triliun Sepekan Terakhir, Cermati Saham yang Banyak Dilego
Berikut 10 saham net sell terbesar asing sepekan terakhir:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 3,56 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 2,42 triliun
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,49 triliun
4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 307,36 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 265,97 miliar
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 147,28 miliar
7. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 140,74 miliar
8. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 140,19 miliar
9. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 128,48 miliar
10. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Rp 79,98 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













