kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

SR025 Ditawarkan Mulai Besok (21/8), Ini Prospek dan Proyeksi Kuponnya


Kamis, 20 Agustus 2026 / 17:02 WIB
SR025 Ditawarkan Mulai Besok (21/8), Ini Prospek dan Proyeksi Kuponnya
ILUSTRASI. Pemerintah terbitkan SR025 pada 21 Agustus hingga 16 September 2026 dan kisaran kupon 6,6%-7% untuk tenor 3 tahun dan 6,7%-7,1% bagi tenor 5 tahun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel berbasis syariah Sukuk Ritel (SR) seri SR025. Seri tersebut diproyeksi memiliki prospek positif saat mulai ditawarkan pada 21 Agustus hingga 16 September 2026.

Kendati demikian, minat investor kemungkinan tak akan setinggi SBN ritel seri sebelumnya, ORI030, yang berhasil menghimpun dana sampai Rp 40 triliun hingga akhir penawaran.

Seri SR025 ini bakal menambah rangkaian empat seri SBN ritel yang dijadwalkan hingga akhir tahun. 

Perlu diketahui, SR025 ini merupakan SBN ritel yang dirancang khusus untuk investor yang mengutamakan prinsip syariah serta pendapatan rutin melalui kupon bulanan, mirip dengan seri sebelumnya SR024.

Baca Juga: Eskalasi Geopolitik Bayangi Pasar, Harga Minyak Berpotensi Tembus US$ 100

Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengatakan, kondisi pasar yang masih volatil dan level suku bunga yang relatif tinggi menjadi sejumlah faktor yang dapat menopang minat investor. 

Bareksa, selaku salah satu APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) yang memasarkan SBN ritel, berpandangan di tengah volatilitas ekonomi saat ini, investor cenderung memilih aset yang lebih konservatif seperti SBN ritel, termasuk SR025 ini.

“Selain itu, benchmark yield, yaitu BI Rate, juga masih berada di level yang cukup tinggi, sehingga potensi imbal hasil SR025 menjadi relatif menarik bagi investor,” ungkap Putu saat dihubungi Kontan, Kamis (20/8/2026).

Sependapat, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, berpandangan daya tarik SR025 akan sangat ditentukan oleh tingkat kupon yang ditawarkan pemerintah, arah imbal hasil (yield) SBN, suku bunga, inflasi, serta stabilitas rupiah.

Selain tingkat kupon, SR025 memiliki sejumlah keunggulan yang dapat memperluas basis investornya. Instrumen tersebut menawarkan karakteristik syariah, kupon tetap (fixed rate), dapat diperdagangkan di pasar sekunder, serta memiliki risiko yang relatif rendah. 

Meski demikian, Rizal mengingatkan pemerintah perlu memperhatikan tingkat kupon yang ditawarkan. Pricing SR025 harus tetap menarik bagi investor, tetapi tidak sampai membuat biaya dana (cost of fund) dan beban bunga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin tinggi.

Rizal menambahkan, peluang SR025 untuk kembali mencatat permintaan tinggi cukup besar. Menurut dia, terdapat potensi reinvestasi dari dana investor pada SBN yang jatuh tempo.

Di sisi lain, minat investor terhadap instrumen fixed income juga masih cukup kuat. Namun, ia menilai capaian tersebut belum tentu dapat menyamai ORI030.

Baca Juga: PGEO Gelar MESOP 127 Juta Saham Mulai 24 Agustus Selama 30 Hari

“Kuncinya adalah apakah return SR025 cukup kompetitif dibandingkan deposito, SBN sekunder, dan instrumen investasi lainnya. Jadi, keberhasilan jangan hanya dilihat dari oversubscription, tetapi juga efisiensi biaya pembiayaan pemerintah,” jelas Rizal.

Melihat kondisi makroekonomi saat ini, Rizal memperkirakan kupon SR025 berpotensi lebih kompetitif dibandingkan seri SR024 yang menawarkan kupon di kisaran 5,55%-5,90%. Penerbitan SR024 saat itu berhasil menghimpun dana Rp 17,49 triliun dan hasilnya digunakan untuk pembiayaan APBN 2026. 

Namun, Rizal bilang kupon SR025 belum tentu harus lebih tinggi dari kupon ORI030 yang berada di kisaran 6,90%-7,00%.

Kata Rizal, pemerintah menghadapi trade-off dalam menentukan tingkat kupon. Kupon yang lebih tinggi memang berpotensi mendorong permintaan investor, tetapi di sisi lain akan meningkatkan biaya utang pemerintah. 

“Karena itu, pricing ideal adalah memberikan premium yang cukup menarik bagi investor dengan tetap menjaga sustainability beban bunga APBN,” jelasnya.

Ada pun berdasarkan indikasi Bareksa, kupon SR025 tenor tiga tahun atau SR025T3 diperkirakan berada di kisaran 6,6%-7%. Sementara itu, kupon SR025 tenor lima tahun atau SR025T5 diperkirakan berada di kisaran 6,7%-7,1%.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,68% ke 6.501, Top Gainers LQ45: MBMA, AMMN, HRTA, Kamis (20/8)

Dengan kisaran tersebut, Putu melihat peluang SR025 untuk mencatatkan penjualan yang tinggi dinilai cukup terbuka. Salah satu faktor pendukungnya adalah karakteristik SBN syariah yang dinilai memiliki basis investor cukup kuat.

Diketahui, target penerbitan SBN ritel sepanjang 2026 diperkirakan mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 170 triliun.  Berdasarkan kalender penerbitan pemerintah, masih tersisa empat instrumen SBN ritel yang dijadwalkan ditawarkan hingga akhir tahun. 

Keempatnya adalah Sukuk Ritel (SR) seri SR025, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR007, Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015, dan Sukuk Tabungan (ST) seri ST017.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×