kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Reksadana Mulai Pulih, Prospek Masih Dibayangi Suku Bunga dan Geopolitik


Selasa, 21 April 2026 / 11:41 WIB
Reksadana Mulai Pulih, Prospek Masih Dibayangi Suku Bunga dan Geopolitik
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana mulai menunjukkan pemulihan sejak 2025 setelah sempat tertekan selama pandemi Covid-19. Meski demikian, pergerakannya pada awal 2026 masih dibayangi volatilitas pasar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi Rp 699 triliun.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengungkapkan bahwa penguatan pada dua bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh kinerja reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Lesu, Prospek Pendapatan Jasa Marga Tertekan

Menurutnya, hingga saat ini kontribusi terbesar terhadap kinerja reksadana masih berasal dari reksadana pendapatan tetap, diikuti oleh reksadana pasar uang. Namun, prospek reksadana ke depan sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Jika ketegangan mereda, harga minyak mentah berpotensi turun dan nilai tukar rupiah bisa lebih stabil, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pasar obligasi.

Lolita juga menyoroti perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga. Jika sebelumnya pelaku pasar optimistis suku bunga akan turun, kini pandangan tersebut mulai bergeser.

Ia menilai, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin terbatas. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan suku bunga tetap bertahan atau meningkat. Kondisi ini akan memengaruhi kinerja obligasi serta reksadana..

Meski begitu, ia melihat peluang investasi masih terbuka, terutama untuk jangka panjang. 

Beberapa kelas aset, termasuk saham berkapitalisasi besar, dinilai masih berada pada valuasi yang relatif murah.

Dalam kondisi ketidakpastian saat ini, Lolita menekankan pentingnya diversifikasi portofolio sesuai dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing investor.

Baca Juga: Dilanda Aksi Jual Asing, Cermati Rekomendasi Saham BBCA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×