kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Reksadana Mulai Pulih, Prospek Masih Dibayangi Suku Bunga dan Geopolitik


Selasa, 21 April 2026 / 11:41 WIB
Reksadana Mulai Pulih, Prospek Masih Dibayangi Suku Bunga dan Geopolitik
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana mulai menunjukkan pemulihan sejak 2025 setelah sempat tertekan selama pandemi Covid-19. Meski demikian, pergerakannya pada awal 2026 masih dibayangi volatilitas pasar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi Rp 699 triliun.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengungkapkan bahwa penguatan pada dua bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh kinerja reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Lesu, Prospek Pendapatan Jasa Marga Tertekan

Menurutnya, hingga saat ini kontribusi terbesar terhadap kinerja reksadana masih berasal dari reksadana pendapatan tetap, diikuti oleh reksadana pasar uang. Namun, prospek reksadana ke depan sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Jika ketegangan mereda, harga minyak mentah berpotensi turun dan nilai tukar rupiah bisa lebih stabil, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pasar obligasi.

Lolita juga menyoroti perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga. Jika sebelumnya pelaku pasar optimistis suku bunga akan turun, kini pandangan tersebut mulai bergeser.

Ia menilai, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin terbatas. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan suku bunga tetap bertahan atau meningkat. Kondisi ini akan memengaruhi kinerja obligasi serta reksadana..

Meski begitu, ia melihat peluang investasi masih terbuka, terutama untuk jangka panjang. 

Beberapa kelas aset, termasuk saham berkapitalisasi besar, dinilai masih berada pada valuasi yang relatif murah.

Dalam kondisi ketidakpastian saat ini, Lolita menekankan pentingnya diversifikasi portofolio sesuai dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing investor.

Baca Juga: Dilanda Aksi Jual Asing, Cermati Rekomendasi Saham BBCA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×