kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Skor ESG KEJU Masih Tertinggal, Maybank Sekuritas Masih Direkomendasikan Buy


Minggu, 11 Oktober 2026 / 11:20 WIB
Skor ESG KEJU Masih Tertinggal, Maybank Sekuritas Masih Direkomendasikan Buy
ILUSTRASI. ilustrasi Produk keju olahan merek Prochiz (DOK/Panji Indra)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memiliki peluang meningkatkan skor lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) seiring ekspansi bisnis dan pengembangan produk. Meski demikian, pengungkapan data emisi, rencana netral karbon, hingga peningkatan keterlibatan perempuan dalam jajaran manajemen menjadi sejumlah aspek yang masih dapat diperbaiki oleh produsen keju Prochiz tersebut.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama dalam riset 7 Oktober 2026 menilai, skor ESG KEJU saat ini masih tertinggal dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis. Namun, peluang peningkatan skor tersebut terbuka melalui sejumlah langkah yang relatif mudah diterapkan, terutama dalam hal transparansi dan penguatan praktik keberlanjutan.

Maybank Sekuritas mencatat, skor ESG kuantitatif KEJU mencapai 19 berdasarkan 17 parameter yang dapat diukur. Sementara itu, skor ESG kualitatif perusahaan berada di level 50, sehingga menghasilkan skor ESG keseluruhan sebesar 23.

Baca Juga: Koreksi Harga Emas Sebatas Konsolidasi, Simak Rekomendasi Analis Berikut

Sebagai perbandingan, rata-rata skor ESG perusahaan dalam tolok ukur Maybank Indonesia Group (MIBG) mencapai 50.

Willy menjelaskan, skor kuantitatif tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa praktik ESG KEJU lemah. Skor tersebut juga mencerminkan fase ekspansi bisnis perusahaan yang membutuhkan peningkatan kapasitas produksi.

Maybank Sekuritas memperkirakan laba per saham atau earnings per share (EPS) KEJU tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 20% pada periode 2025–2028, didukung ekspansi pabrik dan pengembangan produk.

Namun, peningkatan aktivitas produksi tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gas (GHG). Di sisi lain, Maybank Sekuritas menilai KEJU memiliki perkembangan positif dalam menekan rasio emisi terhadap penjualan serta penggunaan air.

“Kami memperkirakan penggunaan energi terbarukan KEJU akan meningkat secara organik seiring beroperasinya pabrik baru di Sumedang yang menggunakan tenaga surya sejak Juli 2026,” tulis Willy dalam risetnya.

Menurut Maybank Sekuritas, peningkatan penggunaan energi terbarukan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan kinerja keberlanjutan perusahaan di tengah ekspansi bisnisnya.

Selain penggunaan energi terbarukan, Maybank Sekuritas mengidentifikasi sejumlah langkah yang dapat membantu meningkatkan skor ESG kuantitatif KEJU. Langkah tersebut antara lain mengungkapkan data limbah, menambah keterwakilan perempuan atau anggota independen dalam jajaran dewan komisaris dan direksi, serta meningkatkan partisipasi dalam program pelatihan.

Baca Juga: Emas mengalami Penyesuaian Harga, Pembelian Bank Sentral Jadi Penopang Utama

Pada aspek ESG kualitatif, KEJU memperoleh skor 50. Skor ini mencerminkan adanya unsur ESG dalam struktur perusahaan, formulasi produk, serta rencana mitigasi risiko keberlanjutan.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah peluang untuk memperkuat skor tersebut. Maybank Sekuritas menyarankan KEJU menjelaskan rencana pencapaian emisi nol bersih atau net zero emissions, mengungkapkan emisi Cakupan 3 (Scope 3 emissions), serta mengaitkan target ESG dengan kompensasi manajemen senior.

Emisi Cakupan 3 merupakan emisi tidak langsung di sepanjang rantai nilai perusahaan, termasuk yang berasal dari aktivitas pemasok maupun penggunaan produk. Pengungkapan aspek ini dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai jejak karbon perusahaan.

Menurut Willy, keterbukaan mengenai rencana netral karbon dan emisi perusahaan berpotensi memperbaiki skor ESG kuantitatif sekaligus kualitatif KEJU.

Maybank Sekuritas juga melihat kemitraan baru KEJU dengan perusahaan asal Prancis, Bel S.A., sebagai peluang untuk mendorong perbaikan praktik keberlanjutan. Bel dinilai memiliki rekam jejak bisnis dan ESG yang kuat secara global, sehingga kemitraan tersebut berpotensi mendukung peningkatan praktik ESG KEJU.

Di tengah peluang peningkatan skor ESG, Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham KEJU dengan target harga Rp 850 per saham. Target harga tersebut tidak berubah dan didasarkan pada valuasi price to earnings ratio (PER) sebesar 17,5 kali proyeksi laba tahun buku 2027, setara dengan rata-rata PER KEJU selama tiga tahun terakhir.

Rekomendasi tersebut juga ditopang prospek pertumbuhan EPS yang tinggi dan imbal hasil dividen yang dinilai cukup menarik, seiring ekspansi bisnis serta inovasi produk di pasar keju Indonesia yang terus berkembang.

Baca Juga: Harga Emas Rebound Dekati US$ 4.200 Per Ons, Intip Prospek dan Strategi Investasinya

Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, yakni margin laba operasional atau EBIT yang lebih rendah dari perkiraan, pelemahan tajam nilai tukar rupiah, serta likuiditas dan porsi saham beredar di publik (free float) yang rendah.

Peningkatan transparansi emisi, penguatan tata kelola, dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi sejumlah aspek yang dapat dicermati dalam perkembangan ESG KEJU ke depan, di samping realisasi ekspansi bisnis dan pertumbuhan kinerjanya.

Harga saham KEJU naik 0,87% di level Rp 580 per saham pada Jumat (9/10/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×