kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Direksi dan Komisaris Dalam RUPSLB, Berikut Rinciannya


Minggu, 11 Oktober 2026 / 05:25 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Direksi dan Komisaris Dalam RUPSLB, Berikut Rinciannya
ILUSTRASI. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan direksi dan dewan komisaris melalui RUPSLB yang digelar pada Kamis (8/10/2026). (Dok/GIAA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (8/10/2026).

Dalam perombakan tersebut, Thomas Sugiarto Oentoro yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama kini diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI pada Sabtu (10/10/2026), pemegang saham juga menyetujui pengangkatan sejumlah nama baru dalam jajaran manajemen. Alan McIntyre ditunjuk sebagai Direktur Komersial, sedangkan Eric Ferdinand Sofyal diangkat sebagai Direktur Operasi.

Baca Juga: Gagal Tembus Resistance, Harga Minyak WTI Berisiko Turun ke US$ 86 per Barel

Selain itu, Dina Sandri Fani ditunjuk sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan manajemen perusahaan yang diarahkan untuk mendukung percepatan restrukturisasi dan transformasi Garuda Indonesia.

Dalam keputusan RUPSLB tersebut, pemegang saham mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Reza Aulia Hakim dari posisi Direktur Niaga, terhitung sejak 14 Agustus 2026. Rapat juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Glenny H. Kairupan dari posisi Direktur Utama, Dani Haikal Iriawan dari posisi Direktur Operasi, serta Frans Dicky Tamara dari posisi Direktur Human Capital & Corporate Service.

Glenny selanjutnya diangkat sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia. Sementara itu, Fadjar Prasetyo diberhentikan dengan hormat dari posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.

Garuda Indonesia juga mengangkat Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen. Dengan demikian, susunan dewan komisaris perusahaan kini mencakup Glenny H. Kairupan sebagai Komisaris Utama, Mawardi Yahya sebagai Komisaris Independen, Chairal Tanjung dan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris, serta Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen.

Baca Juga: Ledger Selidiki Dugaan Pencurian Kripto US$ 72 Juta, Reseller Asia Tenggara Disorot

Adapun susunan direksi Garuda Indonesia setelah RUPSLB terdiri atas Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama, Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Eric Ferdinand Sofyal sebagai Direktur Operasi, Mukhtaris sebagai Direktur Teknik, Alan McIntyre sebagai Direktur Komersial, Dina Sandri Fani sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, serta Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi.

Dalam risalah rapat, Garuda Indonesia menyebut perubahan pengurus diperlukan untuk mendukung percepatan program restrukturisasi dan transformasi perusahaan. Penunjukan manajemen dengan integritas, independensi, dan kapabilitas internasional diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas, memperkuat kepercayaan investor global, serta mendukung keberhasilan transformasi sesuai praktik terbaik industri penerbangan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×