Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia diperkirakan akan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat, 4 April 2025, menyusul dampak kebijakan tarif impor AS.
Pelemahan mata uang Asia, seperti yen Jepang (JPY) yang turun 1,31% terhadap dolar AS, dan kekhawatiran inflasi yang meningkat, memberikan sentimen negatif bagi pasar.
Audi, VP - Head of Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, mengungkapkan pelemahan mata uang Asia dan ketidakpastian inflasi akan menambah beban pasar dan mengurangi ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter.
Baca Juga: Tarif Trump Bikin Bursa Asia Anjlok, Ini Pengaruhnya ke Indonesia
Suku bunga yang tertahan diperkirakan akan menekan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Namun, Audi memprediksi ada potensi technical rebound di beberapa bursa Asia untuk Jumat, (4/4).
"Bursa seperti Nikkei, SET, dan Shanghai berpeluang naik jika menembus level support mereka,” ujar Audi kepada Kontan, Kamis (3/4).
Ia memprediksi Nikkei Jepang di rentang level 33.900 - 35.700, SET Thailand di level 736 - 751, serta SSE Shanghai di level 3.314 - 3.377.
Baca Juga: Bursa Asia Anjlok Setelah AS Umumkan Tarif Baru, Nikkei 225 Anjlok Paling Dalam
Sementara itu, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menyebut ada ekspektasi outlook suku bunga acuan yang belum bisa diketahui arahnya serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
"Volatilitas akan tinggi sehingga risiko tekanan masih ada, dan investor perlu tetap waspada,” cetusnya.
Untuk perdagangan bursa Asia pada Jumat (4/4), Indy memprediksi Nikkei Jepang di rentang level 33.432 - 34.940, HSI Hong Kong di level 22.576 - 23.254, dan SSE China di level 3.817 - 3.686.
Selanjutnya: Bill Gates Prediksi Banyak Pekerjaan Punah Akibat AI, Tapi 3 Profesi Ini Masih Aman
Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News