kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bursa Asia Anjlok Setelah AS Umumkan Tarif Baru, Nikkei 225 Anjlok Paling Dalam


Kamis, 03 April 2025 / 13:54 WIB
Bursa Asia Anjlok Setelah AS Umumkan Tarif Baru, Nikkei 225 Anjlok Paling Dalam
ILUSTRASI. Seluruh Bursa Asia terus melemah hingga tengah hari ini setelah AS mengumumkan tarif baru ke mitra dagangnya


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Asia mengalami koreksi tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang menargetkan sejumlah mitra dagang. 

Kebijakan ini menetapkan tarif global minimum 10% serta tarif tambahan berdasarkan bea masuk yang dikenakan negara-negara tersebut terhadap produk AS. 

Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan global dan pelemahan ekonomi. China menjadi negara yang paling terdampak dengan total tarif baru sebesar 54%. 

Melansir data Bloomberg, Kamis (3/4) pukul 13.45 WIB, indeks Nikkei 225 masih turun 2,77% usai dibuka ambles 4%. Indeks Nikkei 225 bahkan menyentuh level terendah dalam 8 bulan. Penurunan ini terutama didorong oleh kekhawatiran terhadap industri otomotif dan elektronik Jepang, yang menjadi target utama kebijakan tarif.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite turun 0,2%, indeks Hang Seng melemah 1,57%, dipicu oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekspor dan tekanan tambahan terhadap sektor teknologi.

Baca Juga: Bursa Asia Anjlok di Pagi Ini, Terseret Kebijakan Tarif Trump

Setali tiga uang, indeks Kospi turun 0,76% usai Korea Selatan kena tarif impor 32%. Investor mengantisipasi dampak negatif pada perusahaan semikonduktor dan industri manufaktur, yang sangat bergantung pada ekspor ke AS.

Hal yang sama terjadi pada indeks India atawa BSE Sensex yang sempat turun 0,29%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan perdagangan yang meningkat.

Di Asia Tenggara, Indonesia menghadapi tarif baru sebesar 32%, sementara Singapura relatif lebih terlindungi dengan tarif yang lebih rendah. Straits Times Index Singapura turun 0,03% karena ketidakpastian perdagangan global.

Sementara itu, indeks Ho Chi Minh Stk ambles 6,63%. Ini adalah dampak setelah Vietnam kena tarif impor 46% dan jadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Kebijakan tarif ini meningkatkan volatilitas di pasar saham Asia dan menambah ketidakpastian bagi investor. 

Negara-negara yang terkena dampak kini tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya, baik melalui negosiasi maupun potensi tindakan balasan terhadap AS.

Selanjutnya: Puncak Arus Balik 6 April! Simak One Way Nasional, Contraflow, hingga Tol Fungsional

Menarik Dibaca: Apa Saja yang Baru dari Apple iOS 18.4? Simak Pembaruan Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×