Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan tarif impor terbaru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, memicu volatilitas di pasar keuangan global.
Bursa saham utama di Asia mengalami tekanan signifikan akibat ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran meningkatnya inflasi.
Melansir data Google Finance per 15.50 WIB, indeks saham utama mengalami pelemahan tajam. Indeks Nikkei Jepang anjlok 2,77%, SENSEX India turun 0,40%, SSE China turun 0,24%, HSI Hong Kong turun 1,52%, dan KOSPI Korea turun 0,76%.
Baca Juga: Imbas Tarif Trump, Ekspor Tekstil, Alas Kaki hingga Furnitur RI ke Pasar AS Terancam
Menurut Audi, VP & Head of Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, kebijakan tarif yang lebih agresif dari ekspektasi pasar berpotensi memperlambat ekonomi global dan memicu gangguan rantai pasok.
“Inflasi AS diperkirakan naik menjadi 2,7% tahun ini, lebih tinggi dari target The Fed. Selain itu, hambatan perdagangan dengan tarif tinggi bisa menekan ekspor dari Asia, menyebabkan kelebihan pasokan barang dan perlambatan produksi manufaktur,” terangnya pada Kontan, (3/4).
Baca Juga: Bursa Asia Anjlok Setelah AS Umumkan Tarif Baru, Nikkei 225 Anjlok Paling Dalam
Indonesia juga terkena dampak dari kebijakan ini, terutama di sektor perdagangan. Surplus perdagangan Indonesia pada 2024 turun tajam ke level $31,04 miliar, merosot 18,84% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan 54% dari surplus dagang berasal dari AS, tekanan pada industri ekspor seperti tekstil dan alas kaki semakin besar.
Seiring dengan meningkatnya persaingan di pasar Asia akibat kebijakan tarif ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami tekanan lebih lanjut.
“Pasar kini mengantisipasi kebijakan lanjutan dari pemerintah untuk menstabilkan ekonomi dan menjaga daya saing ekspor,” pungkas Audi.
Selanjutnya: PMI Manufaktur Indonesia Maret 2025 Merosot ke 52,4 Poin
Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News