kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Serangan terhadap fasilitas migas Arab Saudi membuat harga minyak kembali memanas


Senin, 19 Agustus 2019 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Di samping itu, kelanjutan perang dagang antara AS dan China juga cukup krusial terhadap arah harga minyak ke depan. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda kenaikan tarif impor terhadap produk China hingga 15 Desember mendatang. Proses negosiasi pun diharapkan kembali terjadi dalam waktu dekat.

Namun, di sisi lain, Trump baru-baru ini mengaku belum siap membuat kesepakatan dagang dengan China.

“Proses negosiasi dagang AS-China bisa berdampak positif dan negatif bagi harga minyak, tergantung bagaimana hasilnya,” papar Yudi.

Baca Juga: Kualitas jadi kunci sukses tembus penjualan ikan hias di pasar Eropa

Secara teknikal, harga minyak berada di atas moving average atau MA50, MA100, dan MA200. Indikator moving average convergence/divergence (MACD) masih berada di area minus. Indikator stochastic berada di area netral atau kisaran 41,23—50,84. Adapun relative strength index (RSI) stabil di level 55,70.

Yudi memperkirakan, harga minyak WTI akan bergerak di kisaran US$ 53,90—US$ 56,80 per barel pada perdagangan Selasa (19/8). Sedangkan untuk sepekan ke depan, harga minyak WTI akan bergerak di area US$ 52,00—US$ 57,50 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×