kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

September 2016, reksadana saham paling tekor


Selasa, 04 Oktober 2016 / 20:43 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Investment Director PT Aberdeen Asset Management Bharat Joshi mengakui, fundamental Indonesia memang masih kokoh. Ketika mayoritas negara di dunia menghadapi perlambatan ekonomi, Tanah Air mampu meraup pertumbuhan ekonomi melebihi 5%.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia per kuartal II 2016 pun mencapai 5,18% (YoY). Angka tersebut mengungguli pencapaian kuartal I 2016 yang tercatat 4,92% (YoY) serta kuartal II 2015 sebesar 4,66% (YoY).

“Return on equity (ROE) Indonesia juga sangat atraktif. Pemerintah juga terus mengalokasikan anggaran ke sektor pembangunan infrastruktur,” ujarnya. Pertumbuhan kelas menengah yang signifikan diprediksi juga akan menyokong konsumsi domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×