kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kementerian ESDM Tepis Persetujuan Kuota Terkait dengan Transaksi Saham BYAN


Senin, 21 September 2026 / 13:19 WIB
Kementerian ESDM Tepis Persetujuan Kuota Terkait dengan Transaksi Saham BYAN
ILUSTRASI. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (Dok/BYAN)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia memberikan tambahan kuota penambangan batu bara sekitar 15 juta hingga 20 juta metrik ton kepada tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, tambahan kuota tersebut telah diberikan kepada tiga anak usaha Bayan, yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima.

Tambahan kuota ini diberikan setelah Bayan pekan lalu menyatakan force majeure atau keadaan kahar terkait kewajiban pasokan batu bara dari ketiga unit usaha tersebut.

Baca Juga: Rumor Bakal Diakuisisi Haji Isam Bikin Saham BYAN Terbang

Bayan sebelumnya mengatakan belum dapat memenuhi kewajiban tersebut karena masih menunggu persetujuan Kementerian ESDM untuk meningkatkan produksi.

 

Di tengah persoalan kuota produksi tersebut, pemegang saham terbesar Bayan, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pekan lalu juga menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual 10 miliar saham Bayan kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik taipan Haji Isam.

Baca Juga: Bayan Resources (BYAN) Dapat Tambahan Kuota Produksi Batubara Hingga 20 Juta Ton

Namun, Tri menegaskan bahwa persetujuan tambahan kuota penambangan tersebut tidak berkaitan dengan rencana transaksi saham Bayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×