kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Wall Street Menguat di Awal Agustus, Harapan Damai Timur Tengah Menguat


Senin, 03 Agustus 2026 / 22:13 WIB
Diperbarui Senin, 03 Agustus 2026 / 22:16 WIB
Wall Street Menguat di Awal Agustus, Harapan Damai Timur Tengah Menguat
ILUSTRASI. Wall Street / Bursa Saham AS (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street memulai perdagangan bulan Agustus dengan penguatan pada Senin (4/8/2026).

Optimisme investor meningkat setelah muncul harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah turun tajam.

Pada awal perdagangan Senin, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,15% ke 53.089,73. Sementara S&P 500 naik 0,56% ke 7.531,88 dan Nasdaq Composite bertambah 0,49% ke 25.497,90.

Sentimen positif terutama datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz akan berlangsung pada Senin.

Meski pernyataan tersebut dibantah Iran, pasar tetap menyambut positif peluang meredanya konflik di kawasan tersebut.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat, Pembicaraan Damai di Timur Tengah Meningkatkan Sentimen

Harapan itu membuat harga minyak Brent anjlok lebih dari 5,5%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun sekitar 3,9 basis poin. Penurunan harga energi dinilai mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Di sisi lain, investor juga mulai mengalihkan perhatian pada musim laporan keuangan emiten serta sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis sepanjang pekan ini.

"Naik turunnya hubungan diplomatik AS-Iran membuat laporan kinerja emiten dan data tenaga kerja menjadi penentu utama arah pasar pekan ini," kata Chris Larkin, Managing Director Trading and Investing E*TRADE dari Morgan Stanley.

Saham-saham berkapitalisasi besar bergerak bervariasi. Amazon melonjak 4,8% sehingga kapitalisasi pasarnya untuk pertama kali menembus US$ 3 triliun.

Kenaikan ini memperpanjang sentimen positif setelah laporan keuangan Amazon dan Microsoft pekan lalu dinilai meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI).

Namun, saham sektor semikonduktor masih berada di bawah tekanan setelah mencatat kinerja kurang solid sepanjang Juli. Indeks Philadelphia Semiconductor turun 2,8%.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Kebijakan The Fed

Micron Technology melemah 3,4% setelah Reuters melaporkan pesaingnya dari China, CXMT, tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing.

Sebaliknya, saham perusahaan perangkat lunak seperti Microsoft dan Salesforce bergerak menguat.

Dari sektor kesehatan, perhatian pasar tertuju pada laporan yang menyebut Bristol Myers Squibb dan AstraZeneca tengah melakukan pembicaraan awal mengenai potensi merger.

Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi melahirkan salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan valuasi mendekati US$ 400 miliar. Saham Bristol Myers naik sekitar 1,5% pada awal perdagangan.

Pelaku pasar juga menanti sederet laporan keuangan perusahaan besar yang akan dirilis pekan ini.

SpaceX dijadwalkan menyampaikan laporan kuartalan pertamanya sejak melantai di bursa pada Selasa, disusul Palantir Technologies, Advanced Micro Devices (AMD), SanDisk, dan Western Digital.

Selain laporan keuangan, perhatian investor juga tertuju pada agenda ekonomi, terutama data pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat diperkirakan menjadi acuan penting untuk mengukur kekuatan ekonomi sekaligus arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Presiden Federal Reserve New York John Williams juga menyampaikan optimisme bahwa tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap, sehingga turut memperkuat sentimen positif di pasar.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Efek Ancaman Inflasi, Konflik Timur Tengah & Tekanan Saham AI

Meski demikian, sejumlah saham masih mengalami tekanan. Marriott International turun 4,2% setelah memberikan proyeksi laba kuartal III di bawah ekspektasi analis, sedangkan Tyson Foods melemah 3,3% usai memangkas proyeksi laba tahunan.

Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor utama dalam indeks S&P 500 bergerak di zona hijau dengan sektor layanan komunikasi memimpin penguatan, sementara sektor energi menjadi yang paling tertinggal seiring anjloknya harga minyak mentah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×