kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.175   16,00   0,09%
  • IDX 5.093   36,01   0,71%
  • KOMPAS100 657   5,53   0,85%
  • LQ45 517   2,09   0,41%
  • ISSI 170   0,82   0,49%
  • IDX30 291   1,16   0,40%
  • IDXHIDIV20 391   -0,45   -0,11%
  • IDX80 76   0,54   0,71%
  • IDXV30 109   -0,20   -0,18%
  • IDXQ30 98   -0,41   -0,42%

Investor Pasar Modal Tembus 33,4 Juta, BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan IPO


Senin, 02 November 2026 / 12:41 WIB
Investor Pasar Modal Tembus 33,4 Juta, BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan IPO
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan investor pasar modal Tanah Air tembus 33,4 juta.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik bilang, pasar modal Indonesia saat ini memiliki 33,4 juta investor dan 962 perusahaan tercatat sejak Januari 2026 hingga hari ini. BEI optimistis angka tersebut masih akan terus tumbuh di masa mendatang. 

"Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha," katanya di acara Rise to IPO di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Nikel dan Emas Jadi Andalan, MDKA Raup Penjualan US$ 817,3 Juta pada Kuartal III-2026

Jeffrey menegaskan, pasar modal harus dilihat sebagai mitra dalam perjalanan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang, bukan hanya wadah untuk memperdagangkan saham untuk keuntungan jangka pendek.

"Kami ingin membuka kesempatan bagi banyak perusahaan untuk mengenal pasar modal dan mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan serta tahap pertumbuhan bisnis masing-masing," tuturnya.

Lebih lanjut, Jeffrey menuturkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama ini berperan sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian nasional.

Oleh karena itu, Bursa mengaku siap untuk memberikan akses kepada para UMKM untuk mengembangkan usaha lewat pendanaan di pasar modal.

BEI pun berkomitmen membina perusahaan dari tahap awal hingga melantai di Bursa. 

Namun, proses initial public offering (IPO) itu akan tetap dilakukan BEI dengan berokus pada perusahaan publik yang memiliki fundamental kuat, tata kelola baik, dan berdaya saing.

"Fokus kami bukan hanya sekedar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×