Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika pasar keuangan pada paruh kedua tahun ini membuat investor perlu mencermati karakteristik dan prospek masing-masing kelas aset sebelum menentukan alokasi investasi. Kendati demikian, reksadana pendapatan tetap dinilai menawarkan stabilitas, sementara reksadana saham berpotensi mendapat momentum apabila sentimen terhadap aset domestik membaik.
Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan mengatakan reksa dana pendapatan tetap masih memiliki peluang di tengah kondisi pasar saat ini.
"Produk pendapatan tetap dapat tetap menarik ketika investor mencari stabilitas dan potensi imbal hasil yang lebih terukur," kata Reza kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Henan Asset Melihat Tren Rotasi dan Realokasi Investor Reksadana di Semester II
Selain itu, reksadana saham juga memiliki peluang mendapatkan momentum ketika sentimen terhadap aset domestik membaik.
"Sementara itu, reksa dana saham berpotensi kembali mendapatkan momentum apabila sentimen terhadap aset domestik membaik, valuasi saham semakin menarik, dan kepercayaan investor meningkat," ujar Reza.
Adapun reksadana campuran juga dapat menjadi alternatif bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengatur eksposur saham dan pendapatan tetap. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap beberapa kelas aset dalam satu portofolio.
Di sisi lain, perkembangan pilihan produk investasi turut sejalan dengan pertumbuhan pasar modal dan perluasan basis investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di pasar modal terus meningkat hingga mencapai 30,27 juta investor, bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan mayoritas atau 78% berusia di bawah 40 tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan pertumbuhan pasar modal tidak hanya terlihat dari kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha, tetapi juga dari semakin luasnya basis investor dan berkembangnya pilihan investasi masyarakat.
"Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat," ujar Hasan Fawzi dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal.
Selaras dengan itu, OJK mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 667 triliun per 7 Agustus 2026. Pada 30 Juli 2026, investor reksadana juga membukukan net subscription sebesar Rp 3,43 triliun secara month-to-date (mtd), sedangkan secara year-to-date (ytd) tercatat net subscription sebesar Rp 1,29 triliun.
Baca Juga: Investor Reksadana Diprediksi Makin Selektif Alokasi Aset pada Semester II-2026
Dengan perkembangan tersebut, investor memiliki semakin banyak pilihan dalam menyesuaikan produk investasi dengan kebutuhan dan tingkat risikonya. Pemilihan produk reksadana tetap perlu mempertimbangkan tujuan investasi dan horizon investasi masing-masing investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
