Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor reksadana diperkirakan semakin selektif dalam menentukan alokasi aset pada semester II-2026 di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor melakukan rotasi dan realokasi aset sesuai dengan perubahan risiko, valuasi, serta prospek imbal hasil masing-masing kelas aset.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 667 triliun per 7 Agustus 2026, naik dari Rp 663,26 triliun pada akhir Juli 2026. Di sisi lain, investor reksadana mencatat net subscription sebesar Rp 3,43 triliun secara month-to-date (mtd) per 30 Juli 2026.
Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan mengatakan prospek industri reksadana pada semester II-2026 masih cukup konstruktif. Namun, investor kini tidak hanya mengejar return, tetapi juga semakin memperhatikan pengelolaan risiko dan konsistensi kinerja di tengah perubahan kondisi pasar.
Baca Juga: Merek China Makin Dominan di GIIAS 2026, Saham Otomotif Masih Dipasang Overweight
"Semester II-2026 berpotensi menjadi fase rotation and reallocation, di mana investor lebih aktif menyesuaikan alokasi aset berdasarkan perubahan risiko, valuasi, dan prospek imbal hasil masing-masing kelas aset," kata Reza kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Reza, kondisi tersebut membuat peluang pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada satu jenis reksadana. Masing-masing kelas aset memiliki daya tarik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko investor.
Reza menilai semester II-2026 bukan semata-mata menjadi periode untuk meningkatkan atau menurunkan eksposur risiko. Menurutnya, investor perlu semakin disiplin dalam melakukan alokasi aset dengan mempertimbangkan profil risiko dan horizon investasi.
"Dengan demikian, kami melihat semester II bukan semata-mata sebagai periode untuk meningkatkan atau menurunkan eksposur risiko, melainkan sebagai fase bagi investor untuk semakin disiplin melakukan asset allocation sesuai profil risiko dan horizon investasinya," kata Reza.
Ia menambahkan, perubahan alokasi aset tersebut menjadi bagian dari upaya investor untuk menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko portofolio di tengah dinamika pasar keuangan.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melamh ke Rp 17.877 Per Dolar AS Hari Ini (12/8), Asia Bervariasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
