kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Rapor Hijau Reksadana Saham Offshore Dolar AS Ditopang Siklus AI


Senin, 13 Juli 2026 / 17:12 WIB
Rapor Hijau Reksadana Saham Offshore Dolar AS Ditopang Siklus AI
ILUSTRASI. Di tengah pasar lesu, reksadana offshore justru melaju kencang. Temukan rahasia di balik kinerja fantastis ini sekarang! (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pertumbuhan kinerja saham-saham teknologi global sukses membuat rapor imbal hasil reksadana saham offshore berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) melaju kencang.

Merujuk pada data Infovesta Utama per 8 Juli 2026, produk Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS sukses meraup return 30,49% secara year-to-date (YTD).

Sementara KISI Global Sharia Transformative Technology Equity Fund USD mencetak imbal hasil hingga 23,25% YTD.

Keberlanjutan revolusi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan menjadi motor penggerak utama yang mendongkrak kinerja instrumen investasi kolektif global berbasis valuta asing ini.

Baca Juga: RMK Energy (RMKE) Segera Realisasikan Pelaksanaan Stock Split

Moncernya pasar saham internasional tersebut secara otomatis menjadi oasis bagi para investor domestik di tengah masih tertahannya laju pertumbuhan pasar modal dalam negeri.

Berdasarkan fund fact sheet Juni 2026, performa mentereng dari produk kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tersebut ditopang oleh alokasi sektoral jumbo sebesar 62,71% pada industri teknologi informasi.

"Kinerja Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS sejauh ini memang cukup menggembirakan. Performa ini tak lepas dari strategi pengelolaan portofolio secara aktif sehingga mampu menangkap peluang return yang dihadirkan pasar," kata Chief Investment Officer MAMI, Samuel Kesuma kepada Kontan, Jumat (10/7/2026).

Di dalam keranjang investasinya, produk ini mengandalkan saham teknologi top dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd sebesar 16,01%, SK hynix Inc 15,82%, dan MediaTek Inc 4,51%. 

Sementara itu, produk besutan PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) juga menorehkan keandalan portofolio dengan menempatkan 97,4% asetnya pada saham global.

"Menurut kami, tema AI secara struktural masih cenderung relevan untuk jangka panjang," ujar Chief Investment Officer KIM Indonesia, Barkah Supriadi kepada Kontan, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Pasar Merespons Negatif Kasus Korupsi, Rupiah Melemah ke Rp 18.109 Per Dolar AS

Penguatan produk ini didorong oleh kepemilikan saham teknologi papan atas seperti KLA Corp sebesar 10,4%, NVIDIA Corp 9,0%, dan Apple Inc 7,8%.

Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan bahwa portofolio produk global fund sangat diuntungkan oleh booming industri AI sebagai diversifikasi utama dibandingkan dengan sektor dalam negeri yang belum memiliki eksposur terhadap tren tersebut.

Kendati demikian, investor tetap wajib mencermati modal awal yang besar karena batas minimum pembelian unitnya dipatok cukup tinggi, seperti produk KISI yang mensyaratkan investasi awal minimal US$ 10.000. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×