kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Simak Nasib Saham yang Tercatat dalam Daftar HSC, Ada DSSA dan BREN


Senin, 13 Juli 2026 / 19:06 WIB
Simak Nasib Saham yang Tercatat dalam Daftar HSC, Ada DSSA dan BREN
ILUSTRASI. Nasib saham yang tercatat dalam kategori saham terkonsentrasi tinggi (HSC) alias high shareholding concentration (HSC) menjadi sorotan. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib saham yang tercatat dalam kategori saham terkonsentrasi tinggi (HSC) alias high shareholding concentration (HSC) menjadi sorotan.

Hingga saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada 14 saham yang masuk kategori saham terkonsentrasi tinggi (HSC).

Antara lain saham DSSA, BREN, AGII, IFSH, RLCO, SOTS, ROCK, WBSA, TCPI, MGRO, dan DGWG.

Hal itu pun dijadikan referensi oleh MSCI dan FTSE untuk menghapus saham-saham tersebut dari indeks sahamnya.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, saham dalam daftar HSC masih mungkin memiliki fundamental yang baik. Namun, isu besarnya ada pada likuiditas saham para emiten tersebut.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Melikuidasi Anak Usaha, Simak Detailnya

“Pembentukan harga menjadi lebih mudah digerakkan oleh transaksi yang relatif kecil dan berpotensi memunculkan pergerakan ekstrem,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Penghapusan saham-saham tersebut dari indeks MSCI dan FTSE mendorong rebalancing oleh investor dana pasif dan sebagian investor dana aktif yang mengacu pada indeks.

“Sehingga, pada fase awal bisa menimbulkan tekanan jual dan menurunkan likuiditas lebih lanjut,” tuturnya.

Ke depan, prospek saham HSC pun sangat bergantung pada dua hal utama.

Baca Juga: Serapan Dana IPO yang Tinggi Jadi Sentimen Positif bagi Investor

Pertama, apakah pemegang mayoritas bersedia menurunkan konsentrasi kepemilikan. Kedua, bagaimana fundamental bisnisnya berkembang.

Rully bilang, BREN dan DSSA masih menarik untuk diperhatikan oleh investor.

“BREN dan DSSA berada di sektor energi dan utilitas, dengan eksposur ke pembangkit listrik, energi terbarukan, dan bisnis infrastruktur energi yang ceritanya masih relevan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×