kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.123   36,00   0,20%
  • IDX 5.930   5,55   0,09%
  • KOMPAS100 770   -0,44   -0,06%
  • LQ45 588   -0,86   -0,15%
  • ISSI 204   0,50   0,24%
  • IDX30 333   -0,51   -0,15%
  • IDXHIDIV20 412   -0,78   -0,19%
  • IDX80 88   -0,04   -0,04%
  • IDXV30 112   -0,21   -0,18%
  • IDXQ30 107   -0,23   -0,22%

Harga Melorot, Tiga Direktur Borong Saham PGAS, PER & PBV Menarik Dicermati


Senin, 13 Juli 2026 / 08:16 WIB
Harga Melorot, Tiga Direktur Borong Saham PGAS, PER & PBV Menarik Dicermati
ILUSTRASI. Harga Melorot, Tiga Direktur Borong Saham PGAS, PER & PBV Menarik Dicermati


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Para petinggi di jajaran manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kompak memborong saham perseroan pelat merah ini. Aksi borong saham ini adalah bagian dari strategi investasi individu karena harga saham PGAS dalam tren melemah.

Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada tiga direktur PGAS mengakumulasi total 724 ribu lembar saham dalam transaksi yang dilakukan secara serentak pada 10 Juli 2026.

Aksi pembelian saham tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto, Direktur Keuangan Catur Dermawan, serta Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menjadi pembeli terbesar dengan mengakumulasi 679 ribu saham PGAS pada harga Rp1.470 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp998,13 juta.

Pembelian tersebut merupakan transaksi perdana Arief dan dilakukan untuk tujuan investasi.

Baca Juga: Harga Turun, Lo Kheng Hong Beli Lagi Saham Properti Ini

Sementara itu, Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan membeli 25 ribu saham pada harga Rp1.410 per lembar dengan nilai transaksi Rp35,25 juta. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham PGAS milik Catur meningkat menjadi 75 ribu lembar.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra juga ikut menambah kepemilikan saham dengan membeli 20 ribu lembar pada harga Rp1.450 per saham senilai Rp29 juta. Usai transaksi itu, total kepemilikan saham PGAS yang digenggam Mirza menjadi 70 ribu lembar.

Pada perdagangan penutupan akhir pekan lalu, saham PGAS ditutup menguat. Harga saham PGAS naik 65 poin atau 4,65% menjadi Rp1.465 per saham.

Namun harga saham PGAS masih terakumulasi melemah 110 poin atau 6,98% selama sebulan terakhir. Kemudian secara year to date (YTD) sejak perdagangan 2 Januari 2026, harga saham PGAS tercatat turun 465 poin atau 24,09% dibandingkan posisi awal tahun yang berada di level Rp1.930 per saham.

Di tengah pelemahan harga, rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) dan rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) menarik dicermati. Pada perdagangan Jumat (10/7), PER saham PGAS hanya 5,77 dan PBV 0,74.

PER menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per lembarnya. Semakin kecil angka PER, semakin murah saham itu secara laba. Namun murah di sini tidak otomatis berarti layak dibeli.

PBV membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar. PBV di bawah 1 kali menandakan saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya, sedangkan di atas 1 kali berarti pasar menghargai perusahaan lebih tinggi dari asetnya.

Persaingan Bisnis Logam Mulia Meningkat, Jakarta Jadi Pasar Strategis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×