Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah volatilitas global, reksadana berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) disebut masih menjadi salah satu pilihan investor untuk diversifikasi asetnya.
Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan, reksadana dalam mata uang dolar AS menyuguhkan beberapa manfaat.
Dari sisi nilai tukar, dolar AS cenderung resilien di tengah volatilitas global. Dari sisi kelas aset, reksadana dalam dolar AS tersedia di berbagai kelas aset, mulai dari pasar uang, obligasi dan saham, dan menyajikan peluang diversifikasi kelas aset yang baik di tengah dinamika pasar.
“Dari sisi geografis, reksadana saham offshore (investasi di efek luar negeri) dalam dolar AS tentunya menyuguhkan peluang bagi investor untuk menikmati potensi dari pasar negara dan kawasan lainnya,” ujar Dimas kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Kinerja Solid di 2025, Segar Kumala (BUAH) Agresif Tambah Cold Storage
Dimas menjelaskan, reksadana onshore dolar AS (investasi pada efek Indonesia denominasi USD) saat ini berada dalam fase penyesuaian seiring dinamika pasar domestik dan global. Pergerakan nilai tukar rupiah dan sentimen global masih mempengaruhi kinerja jangka pendek, namun fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga memberikan peluang bagi peningkatan kinerja ke depan seiring stabilisasi kondisi pasar.
Sementara itu, prospek reksadana saham offshore (investasi di efek luar negeri) terlihat cukup menarik.
Ia mencontohkan, produk offshore yang MAMI kelola memberikan eksposur ke berbagai sektor dan kawasan dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Salah satunya adalah sektor artificial intelligence (AI) yang diperkirakan masih akan berkembang pesat ke depan, khususnya dalam mendorong permintaan terhadap infrastruktur pendukung seperti semikonduktor. Berbagai proyeksi industri menunjukkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan komputasi dan memori yang semakin tinggi seiring adopsi AI yang meluas.
Selain itu, reksadana offshore MAMI juga memiliki eksposur ke sektor energi terbarukan. Perkembangan AI yang pesat turut meningkatkan kebutuhan energi, terutama untuk mendukung operasional data center.
Baca Juga: RMK Energy (RMKE) Bakal Stock Split Saham 1:5, Cek Jadwalnya
Hal ini mendorong perusahaan teknologi untuk mengamankan sumber energi yang stabil sekaligus berkelanjutan, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan yang menarik di sektor energi bersih.
“Dari sisi mata uang, reksadana dolar tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi, terutama karena dolar AS cenderung resilien di tengah volatilitas global. Bagi investor domestik, ini menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai portofolio sekaligus mendapatkan eksposur ke aset global,” terang Dimas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













