Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia, PT Esa Medika Mandiri, siap menggelar penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO).
Calon emiten dengan kode saham EMMI ini menawarkan sebanyak 522.857.000 saham, setara 30% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Dalam masa penawaran awal alias bookbuilding, EMMI mematok harga di kisaran Rp 446–Rp 515 per saham. Dus, EMMI berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 269,27 miliar.
Selain itu, EMMI juga mengalokasikan sebanyak 10% dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau 52.285.700 saham untuk program alokasi saham kepada karyawan perusahaan atau Employee Stock Allocation (ESA).
Baca Juga: Intip Prospek Prodia (PRDL) dan Niramas (JELI) yang Mau IPO di Awal Juli 2026
Penggunaan Dana IPO
Dari sisi penggunaan dana IPO, EMMI mengalokasikan sebanyak Rp 50 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman perusahaan. Lalu, sekitar 11,8% dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembiayaan modal, yaitu pembangunan gedung pabrik Cikupa.
Sementara itu, alokasi dana dengan porsi terbesar, yakni sekitar 68,7%, akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk pembelian barang untuk proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.
Apabila dana yang diperoleh dari IPO tidak mencukupi untuk merealisasikan rencana tersebut, maka perusahaan akan menutup kekurangan melalui kas internal perusahaan dan/atau memperoleh pendanaan tambahan dari bank maupun lembaga keuangan lainnya.
Kinerja Keuangan EMMI
Melihat laporan kinerja keuangannya, EMMI mampu membukukan hasil positif baik dari segi laba bersih maupun penjualan pada periode tahun 2025.
Laba bersih tahun berjalan perusahaan tercatat Rp 32,43 miliar pada tahun 2025, melonjak 188,22% dari periode tahun 2024 sebesar Rp 11,25 miliar.
Lonjakan laba bersih itu juga sejalan dengan kondisi penjualan perusahaan. Pada tahun 2025, EMMI membukukan top line Rp 454,63 miliar, meningkat 18,1% dari Rp 384,93 miliar pada tahun 2024.
Baca Juga: Dibayangi Sentimen Daya Beli, Simak Rekomendasi Saham Sektor Ritel
Indikasi Jadwal IPO
Masa penawaran awal: 22-24 Juni 2026
Tanggal efektif: 30 Juni 2026
Masa penawaran umum perdana saham: 2-6 Juli 2026
Tanggal penjatahan: 6 Juli 2026
Tanggal distribusi saham secara elektronik: 7 Juli 2026
Tanggal pencatatan efek pada Bursa Efek Indonesia: 8 Juli 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













