kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Prospek Saham HRTA Cerah, Bullion Banking dan Harga Emas Jadi Katalis


Senin, 14 September 2026 / 23:00 WIB
Prospek Saham HRTA Cerah, Bullion Banking dan Harga Emas Jadi Katalis
ILUSTRASI. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan hingga penghujung 2026 (Dok/HRTA)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan hingga penghujung 2026. Ekspansi bisnis bullion banking, tingginya harga emas, serta penguatan kerja sama dengan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi sejumlah faktor yang menopang prospek kinerja perseroan.

Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su mengatakan, ekspansi bullion banking menjadi salah satu penopang pertumbuhan HRTA. Perluasan kerja sama dengan Pegadaian dan BSI juga memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan penjualan emas.

"Prospek HRTA hingga akhir 2026 masih positif, didukung pertumbuhan bullion banking, kenaikan harga emas, serta kerja sama dengan Pegadaian dan BSI," ujar Harry kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Pada kuartal II 2026, pendapatan HRTA dari Pegadaian mencapai Rp 8,4 triliun, tumbuh 75,6% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari BSI naik 37,7% secara kuartalan menjadi Rp 3,3 triliun dari Rp 2,4 triliun pada kuartal I 2026.

Baca Juga: Bursa Saham Global Tertekan, Harga Minyak Tembus US$108 dan Yield AS Capai 5%

Secara gabungan, Pegadaian dan BSI menyumbang 85,8% dari total pendapatan HRTA pada kuartal II 2026. Kontribusi tersebut meningkat dari 76,7% pada kuartal I 2026.

Selain pertumbuhan bullion banking dan tingginya permintaan emas, Harry melihat potensi sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) sebagai katalis tambahan bagi HRTA. Namun, pertumbuhan laba perseroan berpotensi melambat karena margin emas batangan relatif tipis.

"Katalis positifnya berasal dari perluasan ekosistem bullion banking, tingginya permintaan emas, dan potensi sertifikasi LBMA. Risikonya meliputi koreksi harga emas, ketergantungan pada Pegadaian dan BSI, kebutuhan modal kerja besar, serta kenaikan biaya pendanaan," kata Harry.

Dengan prospek tersebut, Harry mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham HRTA dengan target konsensus harga sekitar Rp 2.500 per saham. Investor juga perlu mencermati perkembangan margin, arus kas, dan pergerakan harga emas hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×