kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Insiden Peretasan US$ 6,3 Miliar, Begini Respons Binance


Jumat, 30 Oktober 2026 / 14:54 WIB
Diperbarui Jumat, 30 Oktober 2026 / 15:36 WIB
Insiden Peretasan US$ 6,3 Miliar, Begini Respons Binance
ILUSTRASI. BINANCE ( REUTERS/Darrin Zammit Lupi)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Binance mengonfirmasi adanya insiden peretasan yang melibatkan transaksi penarikan aset tanpa izin pada 30 Oktober 2026.

Adapun estimasi total dampak insiden keamanan tersebut mencapai sekitar US$ 6,3 miliar. Binance menyebut telah bekerja sama dengan sejumlah mitra blockchain untuk membekukan aset yang terdampak. Hingga saat ini, sekitar US$ 3 miliar aset diklaim telah berhasil dibekukan secara on-chain.

Head of Asia-Pacific (APAC) Binance SB Seker mengatakan insiden tersebut masih dalam proses investigasi.

“Insiden tersebut saat ini masih dalam proses investigasi. Sejauh ini, Binance tidak menemukan bukti adanya kebocoran private key dompet (wallet private key),” ujar SB Seker kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 77.646, Masalah Keamanan Binance Tekan Pasar Kripto

SB Seker menegaskan, dana pengguna tetap aman. Binance juga berkomitmen menanggung seluruh kerugian akibat insiden tersebut melalui dana Secure Asset Fund for Users (SAFU) dan dana perusahaan. Dengan demikian, pengguna tidak perlu menanggung dampak finansial dari insiden keamanan tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, Binance untuk sementara waktu telah menangguhkan sejumlah layanan, termasuk penyetoran dan penarikan aset, selama proses pemeriksaan keamanan dan upaya pemulihan sistem diselesaikan.

Usai insiden peretasan tersebut mencuat, harga bitcoin  terpantau tertekan. Mengutip data CoinMarketCap, Jumat (30/10/2026), harga Bitcoin sempat turun ke level US$ 76.400 pada pukul 09.05 WIB, sekaligus menjadi posisi terendah dalam sebulan terakhir.

“Pada tahap ini, kami tidak ingin berspekulasi mengenai perilaku investor secara lebih luas ataupun mengaitkan pergerakan pasar dan tekanan jual secara langsung dengan insiden ini tanpa didukung data yang terverifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, bursa kripto terbesar di dunia itu mengimbau pengguna agar tetap berhati-hati dan hanya mengandalkan informasi yang dipublikasikan melalui kanal resmi perusahaan. Pengguna yang memiliki kekhawatiran terkait akun masing-masing juga dapat menghubungi layanan dukungan pelanggan Binance.

Perusahaan juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum, mitra blockchain, penerbit aset, dan perusahaan intelijen blockchain untuk melacak serta memulihkan aset yang terdampak.

SB Seker menambahkan, Binance tengah bekerja sepanjang waktu untuk menyelidiki dan menyelesaikan insiden tersebut.

“Laporan teknis secara terperinci (technical post-mortem) serta laporan Proof of Reserves yang telah diperbarui akan dipublikasikan setelah proses investigasi dan pemulihan selesai,” imbuhnya.

Baca Juga: Binance Investasi Umumkan Investasi Rp 1,78 Triliun di Circle buat Ekspansi USDC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×